Sukanda

Kepala Seksi (Kasi) Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan, Sukanda, SE, M.KM

depok.go.id – Upaya menekan perilaku buang air besar sembarangan (BABS), Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan memberikan bantuan stimulan pembuatan sanitasi pembuangan septictank kepada 690 kepala keluarga (KK) se-Kota Depok. Anggaran ini diambil dari APBD, dan tiap KK akan diberikan dana sebesar Rp 2,5 juta.

Kepala Seksi (Kasi) Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan, Sukanda mengatakan bahwa masyarakat tidak dibantu secara menyeluruh untuk membuat septictank, karena bila biaya membuat septictank yang memenuhi standar sekitar Rp 6 juta. Dalam hal ini pihak Pemkot Depok melalui Dinkes hanya memberikan stimulan agar warga sadar dengan pentingnya sanitasi pembuangan.

“Kami memberikan stimulan saja kepada masyarakat, biar mereka juga memiliki kesadaran dan turut berpartisipasi,” ujarnya.

Sukanda menambahkan, untuk masyarakat kelas bawah yang tidak memiliki septictank rata-rata karena kondisi ekonomi yang minim. Akan tetapi, ada juga yang masyarakat kelas menengah yang sanitasi pembuangannya tidak menggunakan septictank yang memenuhi syarat, karena tingkat kesadarannya masih kurang. Total masih ada sekitar 5.083 KK di Depok masih membuang BAB ke koya, kali, dan sungai.

Berdasarkan data tahun 2013, Kecamatan Bojongsari menjadi yang terbanyak warganya belum memiliki septictank yang memenuhi syarat, yaitu ada 3.328 KK. Selanjutnya, Kecamatan Sawangan menyusul dengan 2.704 KK, Kecamatan Cipayung ada 1.642 KK, Kecamatan Pancoran Mas ada 1.334 KK, Kecamatan Beji ada 524 KK, Kecamatan Cilodong ada 523 KK, Kecamatan Tapos ada 468 KK, Kecamatan Cinere ada 384 KK, Kecamatan Limo ada 372 KK, Kecamatan Cimanggis 294 KK, serta Kecamatan Sukmajaya 202 KK.

“Total keseluruhan ada 11.775 KK yang belum memiliki septictank yang memenuhi syarat di Depok. Data tersebut adalah data tahun 2013, jadi masih bisa berubah,”ujarnya.

Meski begitu, ada empat kelurahan yang masuk kategori Open Defecation Free (ODF), yaitu kondisi di mana warganya sudah sadar terkait keberadaan jamban sehat, yaitu Kelurahan Cisalak Pasar, Kelurahan Tapos, Kelurahan Depok Jaya, dan Kelurahan Curug.

”Depok menjadi satu-satunya daerah kota di Jawa Barat yang sudah ODF, namun Pemkot melalui Pokja Sanitasi masih terus bekerja keras terkait hal ini, karena target kami pada 2019  nanti sudah tidak ada lagi warga yang BAB di koya, kali, sungai” jelas Sukanda. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :