depok.go.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menyarankan kepada warga yang terkena serangan ulat bulu untuk melakukan pertolongan pertama dengan memberi obat-obatan tropikal, seperti penghangat yang dapat meringankan rasa gatal.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Agus Gojali, membenaran tindakan tersebut. Dia mengatakan jika pertolongan pertama tidak menimbulkan reaksi apa-apa, maka dianjurkan untuk segera ke Puskesmas terdekat.

“Walaupun tidak memicu infeksi berat, namun permukaan kulit yang sering digaruk akan mengakibatkan iritasi. Segeralah ke Puskesmas terdekat agar ditindaklanjuti penanganannya,” ujar Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (02/12/15).

Berbeda dengan bulu kucing yang menularkan virus tokso plasma, bulu dari ulat bulu tidak berbahaya jika terhirup. “Lain kasus dengan bulu kucing yang berkaitan dengan hyper sensitifitas seseorang, kalau bulu ulat tidak membahayakan jika terhirup, tetapi seseorang yang memiliki riwayat alergi atau tidak, itu tetap menimbulkan rasa gatal jika terkena sengatan ulat bulu,” tambahnya.

Dia mengungkapkan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menerjunkan tim survei guna memantau dan menindaklanjuti keluhan warga terhadap wabah ulat bulu yang menyerang 12 kepala keluarga.

Perlu diketahui, ribuan wabah ulat bulu menyerang RT 05 RW 08 Kelurahan Curug, Cimanggis, Depok. Kabarnya, ulat bulu ini berasal dari retakan tanah yang terjadi selama kemarau panjang lima bulan terakhir. Perubahan iklim musim panas ke musim hujan juga menjadi salah satu faktor menetasnya larva telur. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :