balai penyuluhan sawangan

Display tanaman Hidrophonik, bibit buah-buahan serta sayuran dan kolam ikan. (Foto : Dokumentasi Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan)

depok.go.id – Upaya meningkatkan produksi pangan dan hortikultura terus dilakukan Pemkot Depok. Dengan sistem integrasi tanaman dan hewan ternak yang akan diuji coba Februari 2017 ini, diharapkan hasil pertanian dan peternakan terus meningkat sehingga mampu mewujudkan ketahahan pangan di Kota Depok.

“Kami akan coba Februari ini, dengan melibatkan kelompok tani beranggotaan 20 orang untuk menjalankan program tersebut,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas KPPP Kota Depok, Hermin Kusmiati saat ditemui di ruang kerja, Jumat (03/02/17)

Hermin menambahkan, program tersebut akan diuji coba pada hewan sapi dan tanaman padi. Sistem integrasi tersebut, nantinya akan menggunakan sisa padi sebagai pakan ternak. Sedangkan untuk kotoran sapi akan dibuat pupuk dengan menggunaan molase dan bakteri untuk bahan fermentasinya.

“Kotoran sapi yang difermentasi akan menjadi pupuk organik yang bisa menyuburkan sawah di Kota Depok,” tambahnya.

Untuk itu, lanjut Hermin, pemerintah telah menyediakan dua sapi untuk program percontohan yang akan diitegrasikan di kawasan Tapos.

Hermin berharap, sistem integrasi ini tidak hanya mampu menambah hasil produksi pertanian. Tapi, juga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian untuk mewujudkan suksesnya revitalisasi pembangunan pertanian.

“Pada model integrasi tanaman ternak, petani mengatasi permasalahan ketersediaan pakan dengan memanfaatkan limbah tanaman. Limbah seperti, jerami padi, bonggol jagung dan limbah pertanian lainnya bisa dimanfaatkan kembali,” jelasnya.

Dikatakan Hermin, kelebihan dari adanya pemanfaatan limbah di samping mampu meningkatkan ketahanan pangan, khususnya pada musim kemarau. Juga mampu menghemat tenaga kerja pencari rumput. Efeknya diharapkan memberi peluang bagi petani untuk meningkatkan hasil produksinya secara maksimal.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :