bank sampah1

RAIH JUARA: Ketua Bank Sampah Mutiara Berkah di Kecamatan Sukmajaya, Desi Fatan, saat menerima piala juara satu untuk Lomba 3R Bank Sampah se-Depok. (Foto:Istimewa/Diskominfo)

depok.go.id- Bank Sampah Mutiara Berkah di Kecamatan Sukmajaya berdiri sejak Maret 2015 bersamaan dengan gerakan memilah sampah di Kota Depok. Para relawan Bank Sampah Mutiara Berkah juga telah dua tahun menyosialisasikan pemilahan sampah kepada warga setempat. Hal itu sebagai upaya mengurangi volume sampah serta menjadikan lingkungan yang sehat dan bersih di Kecamatan Sukmajaya.

Ketua Bank Sampah Mutiara Berkah, Desi Fatan mengatakan, sejak awal didirikannya bank sampah, para pengurus gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga untuk pemilahan sampah. Akhirnya sejak Mei 2015, warga di Perumahan Mutiara Depok serentak melakukan pemilahan sampah di setiap rumah.

“Jadi warga Mutiara Berkah tidak seluruhnya menjadi nasabah bank sampah, tetapi tetap diwajibkan memilah sampa organik dan sampah non organik yang masih bisa didaur ulang, sehingga disalurkan menjadi infak sampah,” katanya kepada depok.go.id, belum lama ini.

Dikatakannya, untuk mengamati apakah kegiatan berlangsung dengan efektif atau tidak, maka perlu diadakan evaluasi. Evaluasi di lapangan akan dilakukan setelah enam bulan pemilahan berjalan.

“Evaluasi dilaksanakan oleh pengurus Bank Sampah Mutiara Berkah secara door to door ke rumah warga,” ucapnya.

Dengan konsistensi serta kepedulian para relawan tersebut, sambungnya, Bank Sampah Mutiara Berkah akhirnya mendapat penghargaan sebagai juara pertama lomba 3R (Reduce, Reuse, Recycle) bank sampah se-Depok. Kini, Bank Sampah Mutiara telah memiliki 156 nasabah dan telah membiasakan warga sekitar untuk memilah sampah.

“Alhamdulillah perlahan-lahan kegiatan memilah sampah telah menjadi kebiasaan pada warga, meskipun belum seluruhnya secara disiplin melakukan itu,” tuturnya.

Desi dan warga pun merasa bangga menjadi warga Depok. Sebab, pemerintah sudah mempunyai solusi untuk permasalahan sampah. Bahkan, sambung Desi, Pemerintah Kota sampai membuat Peraturan Daerah (Perda) pengelolaan sampah agar warga taat untuk berperan mengurangi sampah di Depok.

“Semoga dengan program ini, partisipasi seluruh masyarakat dapat mewujudkan Depok Bebas Sampah,” pungkasnya.

 

Penulis: Nur Afifah

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :