1

Muda, kaya, dan penuh karya, itulah tampaknya deretan kata yang pantas diidentikkan dengan sosok pengusaha muda asal Kota Depok, Didi Diarsa Adiana (36). Didi yang sejak kecil tinggal dan bersekolah di Kota Depok, mengaku telah jatuh cinta dengan kota belimbing ini. Buktinya, meskipun pernah bekerja hingga ke pelosok nusantara, bahkan ke Eropa, Didi tetap memilih untuk tetap tinggal di Depok dan membangun kota yang kini menjadi tempatnya menggali inspirasi.

“Saya melihat Kota Depok ini sebagai kota yang cantik dan penuh potensi. Kalau kita berjalan-jalan ke daerah-daerah lain di Depok, ada banyak setu dan lahan terbuka hijau yang masih luas. Selain itu, Depok juga memiliki potensi yang sangat besar.” Ujar pemilik Code Margonda, sebuah start up center yang terletak di kawasan Jalan Margonda Raya. Start Up Center merupakan sebuah tempat berkumpulnya berbagai komunitas dan kelompok masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan kreatif seperti workshop, sharing informasi, dan melakukan berbagai kolaborasi lainnya.

Didi menyebutkan, Kota Depok merupakan kota yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Ibukota Jakarta. Selain itu, banyaknya sumber daya manusia (SDM) yang well educated, kampus-kampus ternama, serta masyarakat kelas menengahnya yang terus bertambah, merupakan potensi besar untuk menjadikan Kota Depok yang baru berusia 15 tahun ini semakin bersinar.

Untuk membangun kotanya, alumnus S1 Geografi Universitas Negeri Jakarta yang juga peraih penghargaan Indonesian Small Medium Business Enterpreneur Award (ISMBEA) dan finalis Asia Europe Classroom Award 2004 ini selalu meluangkan waktunya untuk bersilaturahmi dan berkolaborasi dengan berbagai kalangan di Kota Depok, khususnya dengan komunitas dan anak-anak muda kreatif yang setiap harinya berkumpul di Code Margonda untuk menciptakan berbagai kegiatan dan inovasi. Didi dan berbagai komunitas lainnya yakin bahwa sebuah kota yang besar harus dibangun oleh warganya.

2

Didi yang dikenal sebagai pengusaha muda kreatif karena sukses menciptakan barang-barang berkelas dari bahan bekas (green product) ini memang senang berjejaring dengan semua kalangan. Background pendidikan serta sejarah masa mudanya yang matang ditempa dalam berbagai organisasi kampus, membuat Didi terbiasa berpikir kreatif dan pandai membangun hubungan. Terbukti, Komunitas Tangan Di Atas Depok yang dia gagas bersama 5 orang sahabatnya, dalam waktu relatif singkat telah membesar dan memiliki 3000 orang anggota yang tersebar di seantero Kota Depok.

Sebagai pengusaha sukses yang juga aktif dalam bidang pendidikan, sosial entrepreneurship, dan industri kreatif, ayah dari lima orang anak ini meyakini bahwa dengan berfokus pada pengembangan berbagai varian industri kreatif seperti periklanan, pendidikan, arsitektur, seni, kerajinan, desain, fashion, permainan edukatif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan software dan hardware komputer, kuliner, dan broadcasting, perekonomian di Kota Depok bisa semakin menggeliat, apalagi bila didukung dengan tersedianya fasilitas infrastruktur dan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Saya melihat ada banyak sekali warga serta generasi muda Kota Depok yang kreatif dan prestasinya diakui oleh masyarakat luas, bahkan hingga ke tingkat Internasional. Tapi, selama ini, semua elemen yang hebat ini masih berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, dengan adanya tempat berkumpul seperti ini, semua orang bisa datang dan sharing informasi, hingga akhirnya bisa bekerjasama untuk memunculkan ide-ide dahsyat. Bila semuanya berkolaborasi, saya optimis Kota Depok ini bisa menjadi kota paling unggul dimanapun.” Tutup Didi antusias. (Rita/Diskominfo)

Bagikan post melalui :