Caption: Pelatihan Perlindungan Hak Perempuan Dalam Kondisi Khusus dilaksanakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di The Margo Hotel, Minggu (02/09/18).

Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) tidak hanya responsif dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tetapi, juga serius melakukan upaya pencegahan kekerasan yang dibuktikan dengan dikirimnya beberapa anggota untuk mengikuti pelatihan perlindungan hak perempuan yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Kegiatan ini merupakan diskusi untuk merumuskan masalah-masalah yang ada di Kota Depok. Untuk itu, kami kirim peserta dari sisi advokasi dan sisi kesekretariatan, agar mereka bisa mengevaluasi permasalahan yang telah ditangani selama ini dan tentunya menyerap ilmu yang bermanfaat,” ujar Ketua P2TP2A, Elly Farida, di Balai Kota, Senin (03/09/18).

Dikatakannya, dalam kegiatan yang berlangsung sejak 1-3 September di Hotel The Margo tersebut, pembahasan tidak hanya fokus pada perempuan dan anak saja, tetapi ditekankan pada tindak kekerasan yang mengarah pada kalangan lanjut usia (lansia).

“Inilah mengapa dikatakan perlindungan hak perempuan dalam kondisi khusus. Sebenarnya kita sudah punya program untuk lansia yang ditangani langsung oleh Dinas Sosial (Dinsos). Namun, jika memang ada pembahasan kekerasan dikaitkan dengan lansia, kami siap bersinergi,” terangnya.

Dirinya berharap, kegiatan ini dapat menghasilkan acuan kerja yang mewakili permasalahan di Kota Depok.

“Setidaknya bisa jadi suatu pedoman. Sekali waktu kita akan buat survei dan kuesioner lansia. Apa sih yang diinginkan lansia dan berapa persen yang bisa kita penuhi untuk menjadi suatu proses layanan khusus lansia,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih

 

Bagikan post melalui :