mari menanamdepok.go.id – Memperingati Hari Menanam Pohon Sedunia, para aktivis lingkungan, pelaku seni dan pencinta budaya melakukaan aksi tanam pohon. Acara yang bertajuk “Menanam Kebaikan, Kampanye Hijau untuk Depok Kota Masa Depan” ini merupakan rangkaian dari agenda Bulan Menanam November – Desember 2015. Hari menanam pohon sedunia yang dilaksanakan tiap tanggal 28 November sejatinya merupakan momentum untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik di masa depan.

“Jadi bukan hanya sekedar seremoni belaka”, ungkap Kang Heri selaku Koordinator Forum Komunitas Hijau.

Didit yang juga salah satu aktivis pencinta lingkungan menambahkan, saat musim kampanye menjelang Pilkada ini banyak sampah visual yang merusak segalanya, baik pepohonan maupun pemandangan. Didit menyayangkan selama ini media terkesan menganaktirikan aktivitas dan gerakan hijau di Kota Depok, sehingga banyak kegiatan yang tidak terpublikasikan secara luas dan diketahui masyarakat. Padahal hal ini sangat diperlukan untuk menggugah kesadaran publik agar partisipasi masyarakat dalam upaya mewujudkan kota hijau dapat terwujud.

Peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan karena keterbatasan yang dimiliki oleh pemerintah. Apalagi budaya gotong-royong di masyarakat saat ini sudah mulai terkikis, sehingga dibutuhkan pula peran serta para pelaku seni dan budayawan untuk menggugah kesadaran masyarakat. Hal inilah yang coba dilakukan oleh Forum Komunitas Hijau (FKH) dalam kegiatan yang dilakukan di Rabu, 2 Desember 2015 di tepi Situ Pengasinan, Sawangan – Depok.

“Kami mencoba untuk melakukan kampanye hijau di sela hingar-bingar kampanye politik musim Pilkada saat ini”, pungkas Heri Saefudin.

Terkait dengan RTH (Ruang Terbuka Hijau), sampai saat ini belum ada kejelasan dari institusi vertikal, seperti Badan Pertanahan Nasional untuk kerjasama lintas sektor. Usulan mengenai OPD yang belum memiliki gedung kantor, hendaknya tidak lagi berorientasi pada pembangunan gedung baru di lahan kosong, tetapi mengoptimalkan gedung-gedung yang sudah ada. FKH terus berupaya agar RTH yang ada tidak berkurang, tetapi malah bertambah.

Usulan juga datang mengenai kemasan makanan agar jangan lagi menggunakan styrofoam dan diet kantong plastik. Ibu Sri Utami salah satu anggota DPRD Kota Depok mengatakan bahwa melalui fraksi dan komisinya akan mendorong Raperda Kota Hijau di tahun 2016. Raperda Pengelolaan Wisata Alam yang harus diperhatikan adalah sustainability, terutama wilayah atau area konservasi.

Kegiatan Bulan Menanam FKH sudah dimulai sejak bulan November, saat FKH bersama Pemerintah Kota Depok mengadakan pelatihan Kader Konservasi di Cibodas. Selanjutnya dirangkai dengan diskusi kecil tentang lingkungan serta mengajak para stakeholder untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Kota Hijau Depok. (Diskominfo)

Bagikan post melalui :