depok.go.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menggelar razia pelajar di beberapa tempat yang berada di luar sekolah pada jam belajar berlangsung, Kamis (3/12/2015). Razia ini difokuskan pada tempat-tempat yang kerap dijadikan pelajar berkumpul, seperti Warnet dan mal.

“Total ada di 46 pelajar yang kami jaring di beberapa lokasi, antara lain Warnet di daerah Sukmajaya, Nusantara, dan Dewi Sartika, serta mal Detos, Margo City dan D’mall,” ujar Kepala Bidang Penegakan dan Peraturan Satpol PP Kota Depok, Yamrin Madina.

Yamrin mengatakan bahwa razia ini kami lakukan dalam rangka menertibkan para pelajar yang nakal bolos sekolah. Pelajar yang terjaring razia selanjutnya didata dan dikoordinasikan dengan pihak Dinas Pendidikan dan pihak sekolah untuk diberikan pembinaan lebih lanjut.

“Kami juga melibatkan Disdik dalam razia ini, diharapkan selanjutnya pelajar ini ‎diberikan pembinaan serta pengawasan,” katanya.

Selain merazia pelajar, tim gabungan dari Satpol PP, Disdik, dan Diskominfo ini juga merazia ketertiban dan kesehatan Warnet. Berdasarkan 6 Warnet yang didatangi oleh tim gabungan ini, masih ada beberapa Warnet yang belum memenuhi Perda No. 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika.

“Masih ada Warnet yang belum menerapkan Kawasan Tanpa Rokok, selain itu juga ada yang masih buka selama 24 jam,” ujarnya.

Yamrin berharap, dengan diadakannya razia ini pembinaan dari pihak sekolah dapat lebih ketat lagi agar tidak lagi ada pelajar yang berkeliaran saat jam sekolah. Selain itu, khusus untuk Warnet, pihak Pemkot juga akan lebih gencar mensosialisasikan Perda No. 3 Tahun 2015 agar seluruh Warnet menjadi sehat dan tertib. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo)

Bagikan post melalui :