Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Depok Irfan Qadarusman saat berada di ruang kerjanya. (Foto:Janet/Diskominfo)

depok.go.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Depok akan menggandeng sejumlah lembaga penerima zakat yang ada di Kota Depok. Kerjasama tersebut dilakukan agar membantu warga prasejahtera untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kelas 3 maupun peserta penunggak iuran.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok Irfan Qadarusman mengatakan, dengan menggandeng lembaga penerima zakat maka dapat menjaga suistainibilitas program JKN-KIS agar tetap dapat berjalan optimal.

“Kami ingin program JKN-KIS tetap berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Termasuk kesadaran peserta untuk membayar iuran secara rutin dan tidak menunggak. Sebab, pembayaran iuran yang dilakukan oleh peserta yang sehat dibutuhkan untuk membantu peserta yang sakit. Inilah esensi dari prinsip gotong royong dalam penyelenggaraan program JKN-KIS,” jelasnya kepada depok.go.id, Senin (03/12/18).

Dikatakannya, nantinya lembaga penerima zakat di Kota Depok akan membantu para peserta JKN-KIS yang menunggak. Bahkan, juga bisa mendaftarkan peserta baru sesuai ketentuan di lembaga penerima zakat tersebut.

“Selain membayar iuran, lembaga penerima zakat bisa pula membina peserta sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Terlebih, pembiayaan itu sudah jelas bermanfaat dan sasarannya jelas kepada masyarakat miskin. Karena peserta penunggak ini sebagian besar masyarakat miskin yang berada di kelas 3,” terangnya.

Irfan menambahkan, kini rencana tersebut telah tahap pembahasan antara BPJS Kesehatan dengan lembaga penerima zakat. Diharapkan dengan ikut berperannya sejumlah lembaga penerima zakat tersebut, maka permasalahan terkait JKN-KIS di Depok dapat selesai. Misalnya masalah peserta JKN-KIS prasejahtera yang menunggak iuran.

“Tentunya bisa menanggulangi tunggakan JKN-KIS di Kota Depok. Agar pelayanan dapat berjalan dengan optimal, sehingga tahun 2019 jumlah warga Depok telah 95 persen dapat terjamin kesehatannya,” pungkasnya.

 

Penulis : Janet Swastika

Editor  : Retno Yulianti

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :