depok.go.id – Kepadatan jumlah penduduk yang cukup tinggi di beberapa daerah menjadi penyebab utama kasus penularan tuberculosis (TB) cepat merebak. Hal tersebut diakui Ketua Perhimpunan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI) Kota Depok, Anna Rozaliyani, saat ditemui baru-baru ini.

Anna mengatakan, Indonesia belum terlalu sukses dalam menangani kasus TB, namun patut disyukuri setiap tahunnya penanganan TB yang berkesinambungan membuat peringkat TB di mata dunia semakin lama semakin menurun. Saat ini Indonesia sendiri menduduki peringkat kelima setelah beberapa tahun lalu sempat menduduki peringkat ketiga di dunia.

“Indonesia menduduki peringkat kelima setelah negara India, Cina, Afrika Selatan dan Nigeria,” terangnya.

Dirinya mengapresiasi upaya keras pemerintah mengatasi masalah TB di negeri ini. Mata dunia menyoroti hal ini, karena TB merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi dan Indonesia pernah berada pada urutan ketiga di dunia. Namun saat ini, peringkat itu perlahan turun ke posisi lima seiring upaya keras pemerintah dan pihak swasta dalam menanggulanginya.

“Tentu saja kasus TBC masih banyak, tapi perbaikan peringkat ini merupakan sebuah pencapaian. Artinya, setiap kader memiliki peran dalam pemberantasan TB, sehingga penularan TB dapat ditekan,” ujarnya.

Dirinya berharap dengan adanya mitra-mitra seperti PPTI, Dinas Kesehatan (Dinkes), PKK dan pihak-pihak terkait, mampu memberantas TB di Kota Depok hingga ke akar-akarnya dan nantinya diharapkan juga dapat terus menekan peringkat Indonesia dari kasus TB di mata dunia. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :