Satpol PP Kota Depok menertibkan reklame dan spanduk liar. (Foto Dok. Satpol PP).

depok.go.id-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, berhasil menertibkan 12.244 reklame dan atribut sepanjang tahun 2018. Jumlah tersebut, merupakan hasil kegiatan penertiban yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pol PP setiap bulannya di sejumlah jalan strategis di Kota Depok.

“12.244 spanduk dan reklame kita amankan selama tahun 2018, yang mendominasi itu dari bidang properti serta Alat Peraga Kampanye (APK). Spanduk ini terpampang di mana-mana, untuk itu kita bersihkan,” ujar Sekretaris Dinas Satpol PP Kota Depok, Kusumo, di ruang kerjanya, Jumat (04/01/19).

Dikatakannya, penertiban dilakukan di beberapa wilayah di Kota Depok seperti Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Nusantara, Jalan Dewi Sartika, Jalan Alternatif Cibubur, Jalan Raya Sawangan, Jalan Siliwangi, Jalan Tole Iskandar, dan Jalan Juanda. Namun, sebagian besar hasil penertiban banyak ditemukan di kawasan Jalan Margonda.

“Paling banyak kita temukan di Margonda. Semua atribut kami bawa sebagai barang bukti,” tegasnya.

Menurutnya, spanduk dan reklame yang terpajang di jalan-jalan strategis, biasanya kerap dipasang lagi setelah dilakukan penertiban. Meskipun begitu, pihaknya akan terus melakukan penertiban sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

“Sudah kami turunkan spanduk-spanduknya, besok ada lagi. Tetapi, akan kita amankan lagi, selain kami panggil pemilik spanduk untuk diberikan pembinaan,” ucapnya.

Kusumo menyebutkan, reklame maupun atribut lainnya yang diamankan karena jenis pelanggarannya berbeda-beda seperti, tidak memiliki izin, masa berlaku izin habis, rusak, dan pemasangan reklame di tempat yang terlarang.

“Semua reklame dan atribut kita amankan untuk dijadikan barang bukti. Kita akan terus melakukan penertiban, untuk memastikan Kota Depok bersih dari reklame dan atribut yang menyalahi aturan,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :