stop kekerasan pd anak_2

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida membuka roadshow stop kekerasan pada anak di SDN kalimulya 3. (Foto : Nurul/Diskominfo)

depok.go.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya mewujudkan program penguatan ketahanan keluarga. Untuk merealisasikan rencana itu, sedikitnya 30 kader sudah dilatih pengetahuan tentang keluarga dan cara membantu mengatasi konflik rumah tangga.

“Seiring kebutuhan untuk menopang program unggulan Pemkot Depok, dirasa perlu kader khusus yang menangani ketahanan keluarga,” ujar Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Depok, Elly Farida, Sabtu (04/02/2017).

Dikatakan Bunda Elly, sapaan akrabnya, rencana pembentukan kader ketahanan keluarga, saat ini sudah masuki tahap pembuatan draft konsep. Tahun ini rencananya se-Kota Depok akan direkrut sebanyak 30 orang kader terlebih dahulu.

“Untuk awalan ada 30 orang yang kami latih menjadi kader yang mumpuni untuk terjun ke masyarakat,” katanya.

Pembentukan kader ketahanan keluarga ini, ditambahkannya sebagai sebuah upaya mewujudkan keluarga di Kota Depok yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah. Serta untuk fasilitasi penyelamatan bahtera rumah tangga.

Dalam penyelamatan bahtera rumah tangga ini, disebutkan Bunda Elly, bisa dilakukan dengan beberapa upaya. Salah satunya dimulai dari pihak keluarga, ditambah dengan membantu memberi nasehat dari pihak ketiga.

“Kader ketahanan keluarga ini harus bisa mengambil peranan penting di sini. Salah satunya agar bisa menyelamatkan bahtera rumah tangga. Menjadi penengah di antara mereka,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, fungsi kader ketahanan keluarga ini juga sebagai sarana agar menguatkan keberadaan RW Ramah Anak yang sudah ada di tiap kelurahan dan kecamatan se-Kota Depok. Serta akan menjalin sinergi dengan PKK, Kantor Urusan Agama (KUA), maupun penyuluh agama setempat.

“Nantinya RW Ramah Anak di Kota Depok akan semakin menggeliat, dan dirasakan keberadaannya di tengah masyarakat,” harapnya.

Penulis: Nurul Hasanah
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :