stop kekerasan pd anak43

TP PKK Kota Depok menggandeng GEPPUK memberikan Sosialisasi Stop Kekerasan Pada Anak (SKPA) di SDN Kalimulya 3, Cilodong, Sabtu (04/02/17). (Foto : Nurul/Diskominfo)

depok.go.id –Kasus kejahatan kepada anak menjadi perhatian serius Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Depok. Karena itu, PKK tidak segan-segan memberi tips kepada orangtua agar anaknya terhindar dari kejahatan.

Pembekalan kepada orangtua ini dinilai penting, mengingat anak-anak di Kota Depok 20 hingga 30 tahun mendatang akan menjadi sebuah generasi yang akan mengisi pembangunan. Untuk itu, dibutuhkan penjagaan yang ekstra bagi calon penerus bangsa.

“Kami berupaya menyadarkan segenap elemen masyarakat dan instansi lainnya, agar lebih aware dan care kepada anaknya sendiri, maupun anak-anak di lingkungan rumahnya,” ujar Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida, saat memberikan pengarahan dalam Sosialisasi Stop Kekerasan Pada Anak (SKPA) di SDN Kalimulya 3, Cilodong, Sabtu (04/02/2017).

Bunda Elly, sapaan akrabnya, juga menerangkan, kasus kekerasan terhadap anak akan terus ada, selama pola pikir masyarakat belum berubah. Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait peningkatan kepedulian terhadap anak-anak.

“Ini menjadi PR kita semua untuk berusaha menanggulangi fenomena yang ada. Kekerasan dan pelecehan akan terus ada apabila orangtua belum sepenuhnya peduli terhadap nasib dan masa depan anak-anak. Kami tidak akan stop sampai di sini. Kami akan terus mengedukasi masyarakat sampai mereka betul-betul paham dan peduli,” tegasnya.

Pada Kegiatan ini, TP PKK Kota Depok menggandeng asosiasi pendongeng nasional dari Gerakan Para Pendongeng Untuk Kemanusiaan (GEPPUK). Dongeng dipilih karena dianggap sebagai media yang efektif dalam  pendidikan. Dengan dongeng, anak-anak tidak merasa digurui dan bisa menangkap pesan yang disampaikan.

“Jadi selain menyadarkan masyarakat, kita juga ingin edukasi anak-anak agar mereka waspada. Apabila ada orang yang tidak dikenal hendak menyentuh bagian tubuh, mereka bisa tegas menolak. Edukasi seperti ini dirasa efektif dan mengena ke anak-anak melalui sarana mendongeng,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini juga, Bunda Elly mengingatkan, kepada murid SDN Kalimulya 3 yang terdiri dari kelas 1, 2, dan, 3 untuk berhati-hati dan tegas pada orang lain. Menurutnya, setidaknya ada 4 bagian tubuh yang tidak boleh disentuh selain oleh orang tua sendiri. Keempat bagian tubuh itu yakni, mulut, dada, bagian perut sampai lutut, dan bagian belakang.

“Jadi kalau ada orang yang akan melakukan hal tersebut, bilang tidak boleh. Kalau masih ngeyel juga, langsung aja lari tinggalkan orangnya sambil teriak tolong,” tegasnya.

Penulis: Nurul Hasanah
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :