depok.go.id–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok saat ini sudah memiliki Bank Darah Rumah Sakit (BDRS). Untuk memenuhi ketersediaan darah di BDRS, RSUD Depok intens berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok.

“BDRS sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan darah pasien di RSUD Depok. Karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan PMI Kota Depok untuk menyuplai darah ke BDRS,” ujar Direktur RSUD Depok, Asloe’ah Madjri kepada depok.go.id di aula BD RSUD Kota Depok, Senin (04/03/19).

Lebih lanjut, ucapnya, BDRS yang dimiliki RSUD Depok merupakan tempat menyimpan kantong dari yang diolah dari PMI untuk diberikan kepada pasien RSUD Kota Depok. Keberadaan BDRS juga difokuskan sebagai upaya menekan angka Kematian ibu dan bayi khususnya saat persalinan.

“Jadi sumber darah dari PMI. Kami hanya bank, kelebihannya untuk efisiensi waktu pasien, artinya kalau dibutuhkan tidak perlu jauh-jauh mencari darah ke PMI,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk ketersediaan darah di BRRS, RSUD Depok menyesuaikan dengan kebutuhan dari pasiennya. Hal tersebut dikarenakan darah memiliki masa kedaluwarsa.

“Masa simpan kantung darah hanya dua minggu. Kalau kebutuhan kami dalam setahun sekitar 1.000 kantong darah. Tidak mungkin kami langsung ambil 1.000 kantong karena ada masa kedaluwarsa darah. Jadi agar pelayanan optimal kami sesuaikan dengan kebutuhan di RSUD Depok,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :