Bank Sampah Harjamukti 1, RT 07 RW 07, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok saat mengikuti perlombaan bank sampah yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok di Aula Balai Kota Depok, belum lama ini. (Sumber : Guntur/Diskominfo).

depok.go.id – Sebanyak 3,2 ton limbah non organik berhasil ditampung oleh Bank Sampah Harjamukti 1, RT 07, RW 07, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis selama kurung waktu enam bulan. Dengan jumlah limbah tersebut paling banyak dikumpulkan adalah limbah kertas.
“Tercatat, limbah kertas sebanyak 1,4 ton, plastik 1,1 ton, logam 355 kilogram dan limbah kaca 401 kilogram,” ujar Bendahara Bank Sampah Harjamukti 1, Mariati kepada depok.go.id, Rabu (05/04/2017).
Mariati menuturkan, saat ini ada 51 warga yang tergabung sebagai anggota Bank Sampah Harjamukti 1. Menurut Mariati, tidak ada kriteria jenis sampah tertentu yang diterima oleh Bank Sampah Harjamukti 1. Sehingga, setiap anggota bank sampah dapat menyerahkan berbagai macam jenis limbah.
“Mulai dari dus bekas, plastik, koran, limbah besi dan kaleng, hingga limbah lampu juga kami terima,” ucapnya.
Lebih lanjut, sambungnya, sebagian limbah tersebut yang dinilai masih layak, dapat diolah kembali menjadi berbagai bentuk kerajinan tangan. Sehingga, dapat lebih bermanfaat dan bernilai jual.
“Misalnya, kami buat rak buku dari limbah jerigen plastik, tas cantik dari limbah shampo sachet, hiasan dari sendok plastik, serta berbagai jenis kerajinan lainnya,” terangnya.
Mariati berharap, agar semakin banyak warga yang tergabung ke dalam Bank Sampah Harjamukti 1. Sehingga, semakin banyak pula volume sampah yang terkumpul. Dengan itu, jumlah volume limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kecamatan Cipayung berangsur-angsur berkurang.
“Jadi sesuai visi Bank Sampah Harjamukti 1, harapannya ingin mewujudkan warga Depok yang peduli terhadap linkungan serta menjadi pelopor pengolahan sampah berbasis warga di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis Kota Depok,” pungkasnya.
Penulis: Guntur Widyanto
Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita
Diskominfo
Bagikan post melalui :