kadis dinsos

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Kania Parwanti. (Foto : Indri/Diskominfo)

depok.go.id – Bantuan beras sejahtera (rastra) di Kota Depok sudah mulai didistribusikan ke sejumlah keluarga prasejahtera di Kota Depok. Tercatat sebanyak 11.241 keluarga telah menerima bantuan, yang penyalurannya langsung melalui kelurahan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Kania Parwanti menjelaskan, pendistribusian beras sejahtera sudah mulai dilakukan sejak bulan Maret. Program ini baru bulan Februari lalu diresmikan, sehingga masih membutuhkan waktu untuk penyalurannya.

“Masih butuh penyesuaian, karena sebelumnya bantuan disalurkan langsung berupa barang. Tapi, saat ini melalui kartu yang di dalamnya terdapat saldo untuk ditukarkan dengan kebutuhan logistik,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (04/04/2017).

Untuk di Kota Depok, lanjut Kania, keluarga yang akan memperoleh bantuan rastra sebanyak 36.993 keluarga yang terdiri dari 11.241 keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan 25.752 keluarga non-PKH. Menurutnya, seluruh penerima bantuan sudah diverifikasi dan dinyatakan sebagai keluarga prasejahtera.

Ia mengakui, bantuannya sendiri saat ini belum seluruhnya disalurkan, karena masih ada kendala verifikasi data pada kartu. Sedangkan keluarga yang sudah menerima bantuan, adalah anggota PKH yang sebelumnya sudah memiliki kartu sejak 2016 lalu.

“Bantuan sudah tersedia di setiap kelurahan, tetapi saat ini kami masih menyocokkan data pada kartu, jadi bantuan belum bisa disalurkan,” tambah Kania.

Hingga kini, jelas Kania, sudah terdapat 14.000 kartu dari 25.752 keluarga non-PKH yang telah cocok data administrasinya. Selanjutnya dilakukan penyesuaian kembali agar dapat segera dibagikan ke masyarakat. Penyaluran bantuan akan diberikan jika seluruh kartu sudah sesuai datanya, sehingga bantuan dapat diberikan secara serentak.

Adapun saldo yang diberikan pada kartu tersebut setiap bulannya sebanyak Rp 110 ribu. Dengan bantuan tersebut, keluarga penerima rastra dapat menukarkannya dengan beras dan gula.

Penulis: Indri
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :