Pemkot Depok gelar audiensi bersama KPAI di Balai Kota. (Diskominfo)

depok.go.id –  Komisi Perlindungan Anak Indonesia berikan apresiasi atas kesigapan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam merespons kejadian pelecehan seksual terhadap pelajar. Tercatat, 8 dari 12 anak yang menjadi korban telah mendapatkan penanganan dan pendampingan Pemkot bersama tim psikolog dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

“Dua anak lagi dalam proses penjadwalan, sisanya akan kita coba lakukan pendekatan agar orang tua dan anaknya mau direhabilitasi,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak (TK-PKLA) DPAPMK, Yulia Oktavia kepada depok.go.id, Rabu (04/07/2018).

Yulia menambahkan, proses rehabilitasi dilakukan agar korban dan keluarganya bisa keluar dari trauma tersebut. Selain itu, imbuhnya, yang lebih utama adalah guna meminimalisir potensi korban melakukan perbuatan serupa di kemudian hari.

“Sementara itu, orang tua korban yang ditangani oleh psikolog Puspaga sampai sekarang baru enam orang. Sisanya, kita akan terus lakukan pendekatan secara persuasif,” katanya.

Sementara itu, Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti memberikan apresiasi terhadap perkembangan penanganan yang ditunjukkan Pemkot Depok. Apalagi, imbuhnya, segala pembiayaan proses rehabilitasi ditanggung pemerintah.

“Saya apresiasi kesigapan dan kesungguhan Pemkot terkait masalah ini. Tentu langkah tersebut sangat penting. Dengan upaya yang dilakukan tersebut, saya berharap berdampak positif bagi korban,” tutupnya.

Penulis: Pipin Nurullah

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :