depok.go.id – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terjadi sepekan ini sedikit banyak mempengaruhi roda perekonomian rakyat Indonesia. Akan tetapi, dampak tersebut belum dirasakan warga Depok terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok Diah Sadiah mengakui akan hal tersebut belum lama ini. Dirinya mengatakan, memang ada PHK yang dilakukan beberapa perusahaan, namun bukan karena dampak kenaikan dolar, melainkan alasan efisiensi dan pelanggaran disiplin.

“Dipecat bukan karena perusahaan bangkrut. Di Depok perusahaannya tergolong kuat dan belum berpengaruh dampak ekonomi saat ini,” ujar Diah.

Disnakersos mencatat 77 pekerja dari 30 perusahaan mendapatkan PHK selama Januari sampai Agustus 2015. Kebanyakan mereka yang di PHK adalah pekerja yang tidak mau dimutasi ke wilayah lain setelah nyaman bekerja di Depok.

Bahkan, kebanyakan mereka yang keluar sebenarnya bukan karena perusahaan melakukan PHK langsung, melainkan para pekerja mengambil inisiatif sendiri untuk berhenti karena perusahaan dinilai tidak memberikan hak yang sesuai. 

“Tawaran pekerjaan yang menggiurkan di luar sana menjadi salah satu faktor mengapa karyawan memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan lamanya,” ucapnya.

Mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol itu juga berharap rupiah segera menguat agar roda perekonomian kembali normal, sehingga tidak ada kekhawatiran pekerja yang terancam di PHK akibat dampak dari nilai tukar rupiah yang terus melemah. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim –  Diskominfo).

Bagikan post melalui :