Kegiatan Temu Karya Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Tingkat Nasional VI tanggal 17-22 September 2018 di Kabupaten Purwakarta, tidak hanya untuk saling silaturahmi sesama relawan. Kegiatan lima tahunan ini, juga menjadi sarana bertukar informasi bagi para relawan PMI se-Indonesia.

“Ini ajang silaturahmi yang bisa mengumpulkan perwakilan relawan se-Indonesia, bahkan mancanegara. Sebab, kegiatan ini juga melibatkan relawan dari beberapa negara sahabat,” ujar Ketua PMI Kota Depok, Dudi Mi’raz, di Balai Kota, Selasa (04/09/18).

Menurutnya, banyak nilai yang bisa diambil dari kegiatan tersebut. Seperti kebersamaan, rasa memiliki, kerja sama dan gotong royong dalam membantu sesama serta pengenalan budaya dari masing-masing daerah.

“Dalam pertemuan tersebut, tidak hanya membahas perkembangan penanganan kegawatdaruratan saja, tetapi juga setiap peserta diwajibkan mempresentasikan terkait budaya lokal yang berkembang di wilayah masing-masing,” terangnya.

Dijelaskannya, presentasi dari masing-masing perwakilan peserta, sangat berpengaruh terhadap penilaian apakah baik, cukup atau kurang.

“Sebenarnya kegiatan PMI ini bukan ajang kompetisi, tetapi hanya untuk memperlihatkan indikator seperti apa budaya lokal, kemampuan dan kapasitas dalam penanganan kedaruratan dan lain-lain. Tahun 2013 lalu kita dapat grade 1, karena presentasinya dinilai baik dan berkompeten,” tutur Dudi.

Untuk diketahui, kegiatan Temu Karya Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Tingkat Nasional VI melibatkan sekitar 5.000 orang dari 34 provinsi, 554 kabupaten serta 750 orang relawan dari beberapa negara sahabat seperti Australia dan Prancis. Unsur Satuan Siaga Penanggulangan Bencana (Satgana) serta Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) juga akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

 

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih

Bagikan post melalui :