depok.go.id-Guna mempercepat penyusunan masterplan (rencana induk) Smart City, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kembali menggelar bimbingan teknis (bimtek) tahap empat. Pada bimtek tersebut dibahas mengenai smart economy (ekonomi yang pintar), dan smart branding (identitas yang pintar).

Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono mengatakan, untuk mewujudkan program Smart City, terdapat enam pilar utama yang menjadi prioritas. Yaitu smart governance (tata kelola pemerintah yang pintar), smart people (penduduk yang pintar), smart environment (lingkungan yang pintar), smart living (kehidupan yang pintar), smart economy (ekonomi yang pintar), dan smart branding (identitas yang pintar).

“Empat pilar lainnya sudah kita bahas pada bimtek-bimtek sebelumnya. Sementara di bimtek terakhir ini yang menjadi pokok bahasannya adalah smart branding dan smart economy,” tutur Sidik kepada depok.go.id, usai menghadiri acara tersebut di Gedung Dibaleka I, lantai 3, Jumat (04/10/2019)

Dikatakannya, smart economy merupakan salah satu pendekatan dalam memberikan solusi terhadap permasalahan ekonomi di daerah dengan memaksimalkan fungsi teknologi yang sedang berkembang saat ini. Sementara smart branding adalah memperkuat identitas dari Kota Depok untuk memasarkan segala aktivitas dari kota tersebut, khususnya potensi wisata dan budayanya.

“Terutama untuk smart branding, selama ini banyak dilema karena kita memiliki banyak potensi. Tetapi, orang tidak mengenalnnya. Misalnya, situ-situ dan cagar budaya. Untuk itu, perlu diperkuat branding atau identitas dari Kota Depok agar semakin dikenal luas,” ujarnya.

Dirinya berharap pada bimtek terakhir dapat mencapai suatu kesepakatan terkait penyusunan masterplan. Masterplan tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam penerapan Smart City di kota Depok.

“Mudah-mudahan di hari terakhir kita bisa sepakat untuk merangkum masterplan yang akan jadikan sebagai acuan dalam menerapkan Smart City di Kota Depok,” tandasnya.

Penulis : Jose Marques

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :