depok.go.id – Indonesia merupakan salah satu negara yang sebelumnya tidak lepas dari tangan penjajah. Berkat semangat juang rakyat Indonesia, negara ini mampu terlepas dari beberapa negara yang pernah menjajahnya, sehingga pada 17 Agustus 1945, Indonesia merdeka dan terbebas dari para penjajah.

Sebagai penerus bangsa Indonesia kita harus memaknai kemerdekaan yang telah diraih para pahlawan terdahulu. Hal tersebut dilakukan agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga demi mewujudkan bangsa yang berkarakter.

“Merdeka memiliki banyak makna, sebagai generasi penerus kita harus memaknainya dengan berbagai arti,” tutur Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Barat, Popong Otje Djundjunan saat menghadiri acara Sosisalisasi Pembauran Kebangsaan Tingkat Kota Depok Tahun 2015 di Aula Lantai 10 Dibaleka II, Rabu (04/11/2015).

Popong Otje menyebutkan beberapa makna penting yang harus diketahui bangsa Indonesia mengenai kemerdekaan. Pertama, kemerdekaan berarti kita harus bangga sudah terbebas dari belenggu penjajah yang mengukung bangsa selama 3,5 abad. Kedua, lambang kebanggaan atas perolehan kemerdekaan bukan hadiah belas kasihan dari penjajah melainkan anugerah dari Gusti Yang Maha Suci sebagai buah jerih payah, keuletan, perjuangan, serta pengorbanan dari seluruh elemen bangsa.

Selanjutnya, ketiga yaitu kemerdekaan berhasil raih dari tahapan-tahapan yang penuh perhitungan, sistematis, dan rasional. Keempat, dengan merdekanya Indonesia kita dituntut untuk siap memenuhi amanah dan perintah yang tertera dalam UUD 1945. Amanah yang diberikan tersebut merupakan perintah dari para pendiri negara.

“Wajib hukumnya bagi kita semua untuk mematuhi dan melaksanakan dengan penuh tanggung jawab seluruh amanah yang disampaikan oleh para pejuang sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing,” tegas wanita yang kerap disapa Ceu Popong ini.

Terakhir, wanita paruh baya tersebut berpesan bahwa Indonesia yang didirikan oleh para pendirinya adalah negara Pancasila, bukan negara komunis, kapitalis, bukan pula sebuah negara agama. Melainkan negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, negara yang dimaklumatkan untuk menghormati dan menghargai segala agama. (Indri/Ed:  Faizal Satrio – Diskominfo).

Bagikan post melalui :