Suasana perlombaan kompetisi Robotik Madrasah 2018 di Detos dari tanggal 3-4 November 2018. ( Foto : Janet/ Diskominfo)

depok.go.id- Kota Depok menjadi tempat dihelatnya kompetisi robot-robot karya siswa madrasah se-Indonesia. Para siswa madrasah di tingkat Ibtidaiyah (setingkat SD), Tsanawiyah (setingkat SMP) dan Aliyah (setingkat SMA) tersebut, menguji robot andalannya di kejuaraan bertema ‘Robot Rescue: Robot Mitigasi Bencana’.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan, pihaknya mengambil tema ‘Robot Rescue: Robot Mitigasi Bencana’ untuk merespon sebagai langkah antisipasi terjadinya bencana. Selain itu, ucapnya, kejuaraan ini digelar sebagai upaya awal demi menumbuhkan kesadaran penanggulangan dan mitigasi bencana dari siswa madrasah.

“Kami ajak siswa madrasah untuk berkontribusi dalam penanganan bencana alam, dengan cara mengajak mereka berimajinasi dan berkreasi dengan menggunakan prototype robot,” ujarnya usai acara di Depok Town Square (Detos), Minggu (04/10).

Dikatakannya, penyelanggaraan kompetisi robot ini sudah empat kali digelar. Kemudian, untuk tahun ini ada perbedaan dengan pelaksanaan sebelumnya. Seperti kejuaraan tahun ini berada di tempat keramaian (mal). Tujuannya adalah untuk syiar madrasah dan menunjukkan bahwa siswa madrasah yang sekarang berbeda dengan siswa madrasah 5-10 tahun lalu.

“Kalau dulu anak madrasah belum sempat membuka laptop. Jika ada belum banyak jumlahnya tetapi saat ini siswa madrasah tidak lagi hanya melihat laptop, mengoperasikan laptop, tetapi sudah mengoperasikan robot,” katanya.

Dirinya menambahkan, tahun ini lomba robotik diikuti oleh 360 siswa madrasah se-Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Menurutnya hal tersebut menunjukkan bahwa madrasah peduli dengan ilmu teknologi.

“Tahun ini 182 tim yang mendaftar, masing-masing terdiri dari dua siswa. Dengan kategori Madrasah Ibtidaiyah (Rancang Bangun Mesin Otomatis Bencana) sebanyak 33 tim, Madrasah Tsanawiyah (Rancang Bangun Mesin Otomatis Bencana) sebanyak 16 tim, Madrasah Tsanawiyah (Rescue Robot Mobile) sebanyak 36 tim, Madrasah Aliyah (Rancang Bangun Mesin Otomatis Bencana) sebanyak 35 dan Madrasah Aliyah (rescue Robot Mobile) sebanyak 62 tim,” tuturnya.

Sementara itu, peserta asal Kota Depok, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Techno Natura mengirimkan dua siswanya yaitu M. Daud dan Sita Alinula. Siswa kelas V MI (setingkat SD) tersebut, menciptakan robot kategori rancang bangun mesin otomatis bencana.

“Kami membuat robot untuk mendeteksi banjir dan gempa bumi. Jadi cara kerjanya jika dalam keadaan normal maka sensor tidak berbunyi. Sedangkan, jika gempa berlangsung maka sensor tidak menerima cahaya dan memicu alarm untuk berbunyi, sehingga hal itu menjadi pertanda waspada gempa,” terang Daud.

Dirinya menjelaskan, pihaknya membutuhkan waktu dua minggu untuk membuat robot tersebut. Diakuinya, ini bukan hal baru bagi mereka membuat robot. Sebab hampir setiap minggu mereka dilatih mengerjakan proyek robot dengan tema yang berbeda.

“Mudah-mudahan bisa menang dan karya kami bisa membawa manfaat untuk semua,” tandasnya.

Penulis : Janet Swastika
Editor : Retno Yulianti
Diskominfo

Bagikan post melalui :