Bunda Elly Berikan Arahan Dalam Distribusi Dana Penguatan Posyandu

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida, saat memberi pengarahan pada kader Posyandu. (Foto : Asyril/Diskominfo)

depok.go.id – Menyediakan makanan bagi balita tidak semudah memberikan makanan bagi orang dewasa. Namun, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Depok punya cara tersendiri agar menu yang Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) bisa dinikmati balita sebagai menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“Kader harus mampu menampilkan makanan yang variatif dan beragam kepada masyarakat pada pelaksanaan Posyandu,” ujar Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida, usai memberikan arahan kepada kader Posyandu dari Kecamatan Bojongsari, Limo dan Sawangan dalam distribusi dana penguatan Posyandu dan Posbindu di aula lantai 10 Gedung Dibaleka 2 Balai Kota Depok, Senin (04/12/2017).

Dengan menyajikan menu B2SA di Posyandu, katanya, akan semakin mampu mendorong terwujudnya peningkatan kualitas konsumsi pangan keluarga. Termasuk semakin menambah dan memperkaya variasi hidangan menu masakan bagi balita maupun lansia.

“Sekaligus juga dapat mendorong terciptanya beraneka bentuk pangan lokal yang bila dikelola secara baik, dan balita tidak akan bosan dengan menu sehat PMT yang disuguhkan,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, selama ini PMT yang diberikan di Posyandu biasanya masih menu yang itu-itu saja. Misalnya kacang hijau hanya dimasak sebagai bubur saja, atau sup isinya alakadarnya saja. Padahal, apabila mampu berkreasi banyak pangan lokal yang bisa diolah sedemikian rupa.

Dia mencontohkan, ubi ungu dan kuning bisa dibuat puding dipadu dengan jagung manis. Selain penampilannya menjadi cantik, menu itu juga mempunyai banyak gizi dan protein yang diperlukan balita. Tidak hanya itu, ikan tuna dipadukan dengan ubi jalar dan ketela pohon juga bisa menjadi santapan yang enak dan bergizi.

“Menu-menu seperti ini bisa disajikan sebagai alternatif menu PMT, baik bagi balita maupun lansia,” pungkasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Dunih  dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :