akte-lahirWarga Negara Asing (WNA) yang menikah dengan Warga Negara Indonesia (WNI) jika melahirkan anaknya di wilayah Kota Depok tetap dapat membuatkan Akta sebagaimana mestinya. Namun surat keterangan nikah antara kedua pihak harus dilaporkan terlebih dahulu di Kementerian Agama Kota Depok. Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Seksi Pencatatan Kelahiran dan Kematian pada Bidang Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Helder Tomas Soares De Deus ketika ditemui di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Rabu (05/02/2014).

“Surat nikah merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi jika ingin membuat Akta. Sehingga WNA dan WNI yang menikah di luar Indonesia harus terdaftar di Indonesia meskipun mereka menikah di luar negri,” tuturnya.

Pada dasarnya persyaratan yang harus dipenuhi dalam membuat akta ini sama seperti pada umumnya. Pihak pembuat Akta dapat langsung mendatangi Kantor Disdukcapil. Mereka harus menyerahkan surat kelahiran dari penolong kelahiran asli, keterangan kelahiran dari kelurahan asli, fotokopi Akta nikah yang sudah tercatat di Indonesia, fotokopi KTP Pelapor dan menandatangani formulir bermaterai 6000, menghadirkan dua orang saksi dan melampirkan fotokopi KTP saksinya, fotokopi KTP dan KK Keluarga orang tua yang bersangkutan.

“Sebagai lampiran KK Keluarga, suami atau istri boleh melampirkan salah satu saja. Yang terpenting sudah tercatat sebagai warga Depok,” tambah Deus.

Untuk pembuatan akta tersebut berlangsung selama 30 hari. Dalam pembuatannya, pihak pembuat tidak dikenakan biaya oleh dinas terkait. (Diskominfo/Indri)

Bagikan post melalui :