depok.go.id – Kepala BPJS Cabang Kota Depok, Yessy Kumalasari mengatakan bahwa untuk penanganan keluhan peserta, BPJS Kesehatan selalu melakukan koordinasi dengan rumah sakit dan pasien. Dalam hal ini BPJS akan melakukan teguran satu hingga tiga kali jika rumah sakit dianggap tidak mengikuti alur BPJS Kesehatan.

Beliau mengakui keluhan dari masyarakat karena tidak mendapatkan kamar di rumah sakit sering terjadi. Menyikapi hal ini, pihak BPJS Kesehatan akan menelusurinya, mulai dari informasi pendataan kamar, hingga memastikan kebenaran apakah pasien tersebut benar anggota BPJS Kesehatan.

“Kami harus menyelidiki dulu, baru memberikan keputusan,” ujar Yessy.

Saat ini peserta BPJS Kesehatan berjumlah 825.000 dan sekarang sudah ada 16 rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sementara untuk saat ini jumlah tempat tidur di seluruh rumah sakit di Depok mencapai 825 unit. Angka tersebut menunjukkan satu rumah sakit berbanding 100.000 peserta BPJS, dan satu tempat tidur berbanding 1000 penduduk Depok.

Adapun hitungan idealnya, 8 rumah sakit menyediakan 825 tempat tidur dan itu sudah cukup untuk menampung semua peserta BPJS Kesehatan, karena untuk satu tempat tidur berbanding untuk 1.000 peserta BPJS.

Yessy mengakui jika sering ada keluhan terkait pelayanan dan ketersediaan kamar, namun ketika diselidiki ternyata pasien sudah mendapatkan pertolongan pertama dan sedang menunggu kamar kosong, sedangkan disentifikasi kamar saja membutuhkan selama dua jam.

“Yang butuh rumah sakit bukan hanya peserta BPJS, ada juga Jamkesda, asuransi swasta dan masyarakat umum,” terangnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo)

Bagikan post melalui :