depok.go.id.Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kembali menertibkan 200 bangunan liar (bangli) milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Cipayung, tepatnya Jembatan Serong ke arah Cipayung Jaya. Penertiban dilakukan untuk mengembalikan lahan fasilitas umum (fasum), agar bisa dimanfaatkan sesuai fungsinya.

“Penertiban sudah kami lakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Ini untuk mengembalikan fungsi fasum seperti sediakala. Ke-200 bangunan milik PKL tersebut dibongkar menggunakan alat berat, karena rata-rata kondisinya semipermanen. Sebagian ada yang sudah dibongkar atas kesadaran pemilik masing-masing,” ujar Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban Umum (Transmastibum) Satpol PP Kota Depok, Ahmad Oting, usai melakukan pembongkaran, Kamis (04/07/2019).

Oting menyebutkan, kegiatan penertiban melibatkan 60 personel Satuan Tugas (Satgas) Pol PP dibantu Dinas Perhubungan (Dishub), Kodim 0508/Depok, Garnisun, Polresta Depok serta pemangku wilayah setempat.

“Kegiatan berjalan aman dan kondusif, tidak ada perlawanan karena memang sebelumnya sudah kita sosialisasikan,” jelasnya.

Ke depan, kata Oting, Satpol PP akan melakukan pengawasan secara berkala pada areal yang telah ditertibkan, agar PKL tidak lagi menduduki lahan yang sudah bersih.  Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok untuk membangun taman di lokasi tersebut.

“Kita akan lakukan monitoring rutin. Agar PKL tidak lagi berdagang di lahan  fasum, karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :