Pengemis alias Gepeng yang berkeliaran di jalan ditanggapi oleh  Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok, Diah Sadiah. Beliau mengatakan, rehabilitasi terhadap anjal dan gepeng telah dilakukan sejak lama. Hanya saja gelandangan mayoritas adalah warga dari luar Depok.

Diah menegaskan, bila yang ditertibkan merupakan warga Depok maka pihaknya menawarkan agar mengikuti pelatihan. Namun, di sisi lain mereka tidak bisa dipaksa melainkan harus dari kesadaran sendiri.

“Jangan sampai ketika mereka mengikuti pelatihan yang waktunya sampai tiga bulan, namun baru beberapa hari sudah memutuskan tidak mau melanjutkan ikut pelatihan. Kalau begitu kredibilitas pemkot kan bisa jelek,” ujar Diah beberapa waktu lalu.

Lebih, lanjut, sambung Diah, pada dasarnya keberadaan panti itu diperuntukkan bagi orang terlantar yang tidak memiliki keluarga atau orang yang tidak ingat alamat rumah. Karena itu, apabila anjal atau gepeng memiliki keluarga, mereka tidak disimpan dalam panti.

“Khusus anjal, setelah ditangkap, mereka dikirim ke Rumah Penitipan Sosial dan Anak di Depok. Kemudian kami akan melakukan assessment kepada mereka, kami lakukan penelusuran kepada anak-anak tersebut. Alhamdulillah, tidak sampai tiga hari, mereka sudah dijemput keluarga,” jelasnya.

Dikatakannya, pada prinsipnya setiap anjal yang dirazia, pihaknya wajib mengembalikan anak tersebut kepada keluarga, karena menurutnya orang tua dan keluarga merupakan tempat perlindungan utama bagi anak. Ia menyatakan, faktor perceraian dan tidak mendapatkan perhatian dari orang tua menyebabkan anak-anak banyak berkeliaran di jalan raya. (Diskominfo/Rysko)

Bagikan post melalui :