Wali Kota Depok, Mohammad Idris. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – Keberadaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kota Depok sangat siginifikan manfaatnya, karena terselenggara dari, oleh, dan untuk masyarakat. Keterpaduan penyelenggaraan Posyandu juga bisa dirasakan di Kota Depok, sebab pelaksanaan kegiatannya tidak hanya mengandalkan kader semata, melainkan berbagai unsur berperan di dalamnya.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, ada kata terpadu dalam Posyandu dengan artian dalam sasaran kegiatannya tidak hanya ditujukan bagi ibu hamil, atau ibu menyusui saja. Posyandu juga ditujukan bagi balita, hingga lansia.

“Kegiatan terpadu juga tidak hanya unsur kesehatan, ada juga sisi pendidikan seperti keberadaan PAUD, serta peran serta DPAPMK, dan dinas lain seperti DKUM atau pun Disdagin karena ada aspek ekonomi keluarga,” ujar Mohammad Idris, usai menyambut Tim Penilai Dalam Rangka Ekspose Klarifikasi Lapangan Lomba Posyandu dan Posyandu Award Tahap Kedua Tingkat Provinsi Jawa Barat, Rabu (05/12/2018).

Ditambahkannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga mendukung dari sisi pendanaan Posyandu di Kota Depok. Dengan pengalokasian dana Rp 4 juta per Posyandu, dan jumlah itu akan meningkat setiap tahunnya.

“Dari sisi dana kita tidak hanya bisa mengandalkan dari kader Posyandu saja, kami juga alokasikan dana revitalisasi untuk 1020 Posyandu se-Kota Depok. Karena keberhasilan Posyandu ini menjadi tanggung jawab kita semua, tidak hanya milik satu dinas saja. Sehingga akan tercipta kesuksesan semua program Posyandu,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :