Wali Kota Depok Mohammad Idris. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id- Memasuki musim penghujan, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengeluarkan Surat Edaran Nomor 360/469-Pemb tentang Kewaspadaan Menghadapi Musim Penghujan di Kota Depok. Dimana, surat edaran tersebut berisi instruksi kepada para camat dan lurah untuk mewaspadai ancaman banjir dan longsor saat musim penghujan.

Mohammad Idris melalui surat edaran mengatakan agar para camat dan lurah dapat mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi adanya fenomena alam yang mengiringi musim penghujan. Seperti banjir, dan tanah longsor dikarenakan intensitas hujan yang tinggi.

“Masyarakat juga perlu diimbau untuk mengamati fenomena alam penanda tanah longsor. Misalnya, pohon-pohon di perbukitan/tebing berubah posisi atau miring, daun pintu dan jendela mulai susah dibuka atau tutup karena posisi bangunan yang sudah mulai bergeser atau terjadi pergerakan tanah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ucapnya, para camat juga diinstruksikan untuk menugaskan lurahnya untuk melakukan inventarisasi titik-titik rawan banjir dan longsor di wilayahnya. Selain itu, para lurah diharapkan membuat rencana tindakan untuk penanganannya.

“Titik rawan banjir dan longsor tersebut agar nantinya dapat menjadi usulan prioritas pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2019,” tuturnya.

Selain itu, sambungnya, para camat dan lurah agar melakukan inventarisasi terhadap bangunan yang melanggar Garis Sepedan Sungai (GSS). Pasalnya, berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 29/PRT/M/2015 bahwa bangunan yang diperkenankan berada di GSS yaitu bangunan prasarana sumber daya air, fasilitas jembatan dan dermaga, jalur pipa gas dan air minum, bentengan kabel listrik dan telekomunikasi, serta bangunan ketenagalistrikan.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengantisipasi terjadi banjir dan tanah longsor saat musim hujan,” tandasnya.

Penulis : Jose Marques

Editor : Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :