tari samanMaraknya budaya barat yang masuk ke Indonesia membuat para pemerhati budaya resah terhadap kultur budaya luar yang dibawa dan diterima masuk ke Indonesia. Pasalnya budaya barat yang tidak sesuai dengan citra bangsa ini sendiri dapat menorehkan tinta hitam dan merusak generasi muda mengingat mereka masih labil dan sedang mencari jati diri.

Berangkat dari permasalahan tersebut, para pelajar SMAN 1 Depok yang tegabung dalam ekstra kulikuler (ekskul) membuat gebrakan untuk terus melestarikan budaya Indonesia dengan menciptakan berbagai ekskul yang mengangkat tari-tarian  dari berbagai daerah seperti tari saman dari Aceh, tari lenggang nyai dari Betawi, rampak gendang, angklung, band, tari krida kirana dan masih banyak lagi.

Tari Saman ini sering ditampilkan pada acara-acara besar seperti yang mereka tampilkan pada Kamis (06/02/2014) di Aula lantai 1 Balaikota Depok saat kedatangan Pemerintah Kota Osaki, Jepang. Syifa selaku kordinator Tari Saman SMAN 1 Depok,  mengatakan sudah banyak panggilan untuk mengisi acara. “Kita mengisi acara udah sering jadi ngga canggung lagi, kebanyakan sih kita diundang di Balaikota Depok untuk membuka acara-acara resmi, ya alhamdulillah diterima positif,” tandas ketua tim Tari Saman tersebut.

tari tradisionalSenada dengan hal tersebut Syifa menjelaskan tidak sulit untuk menghafal dan memahami gerak tarian. Hanya dengan rutin latihan seminggu sekali setiap hari sabtu, anggota yang tergabung ekskul ini dapat dengan mudah mendapatkan pelatihan dengan dibantu tenaga pelajar dari luar maupun dari alumni.

Syifa juga menghimbau kepada seluruh siswa maupun masyarakat untuk lebih mencintai budaya sendiri karena didalamnya terkandung nilai-nilai positif. (Diskominfo/ Nita)

Bagikan post melalui :