t4 sampahBesarnya kepedulian siswa-siswi SMA N 1 Depok terhadap permasalahan sampah yang terjadi di Kota Depok, mendorong mereka turut menciptakan alat pengolahan sampah. Hal tersebut terlihat ketika para siswa tersebut memberikan paparan dihadapan Pemerintah Kota Osaki yang melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kota Depok terkait permasalahan sampah.

Siti selaku koordinator TIM peduli lingkungan SMA N 1 Depok mengatakan bahwa kepedulian ini sudah dimulai sejak tahun 2003. Pihaknya selalu melakukan perbaikan-perbaikan agar lingkungan sekitar selalu terlihat bersih, sehat, indah, asri, dan rindang. “Sebelum tindakan ini dilakukan, kami selalu membuang sampah ke tempat sampah. Sehingga sampah tertimbun dalam waktu yang lama dan menimbulkan bau. Dengan kejadian tersebut, kami sepakat untuk mulai memilah serta melakukan daur ulang sampah agar tetap berguna,” pungkasnya saat ditemui di Aula Lantai 1 Balaikota Depok, Kamis (06/01/2014).

Sekolah berbudaya lingkungan ini kemudian mencanangkan agar tempat sampah terbagi menjadi dua, yaitu sampah organik dan non organik. Setelah itu, pada tahun 2005 pemilahan sampah ini semakin berkembang dan mulai melakukan daur ulang sampah.

“Alhamdulillah anak-anak selalu melakukan perubahan dan mulai menciptakan alat pegolahan sampah. Saat ini sudah tersedia alat pemecah botol dan pengolah kompos,” tambah Siti.

pengolah sampahSampah-sampah yang berasal dari daun diproses menjadi kompos menggunakan alat ecofitness. Untuk sisa makanan dari kantin diproses menggunakan mini komposer. Mereka juga melakukan daur ulang kertas. Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari Sabtu, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Selain beberapa hal di atas, sampah plastik dan makanan basi juga diproses agar bemanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Sampah plastik dijadikan tas sedangkan makanan basi diolah menjadi karya seni. Hasilnya diletakkan di galeri khusus dan akan diperjual belikan. (Diskominfo/Indri)

Bagikan post melalui :