Seiring dengan disahkannya Perda Kawasan Tanpa Rokok Nomor 3 Tahun 2014, mulai 1 Januari 2015 Pemkot Depok sudah mulai menggalakan Kawasan Tanpa Rokok. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Noerzamanti Lies.

“Alhamdulillah saat ini kami sudah memiliki payung hukum mengenai kawasan tanpa rokok dan mulai tahun ini sudah kami laksanakan,” jelasnya.

Wanita yang akrab disapa dr. Lies ini mengatakan bahwa tahun ini pihak pemkot masih dalam taraf adaptasi pemberlakuan Perda tersebut. Jadi saat ini masih belum ada sanksi denda atau kurungan, hanya sebatas teguran saja.

“Tahun kemarin sosialisasi sudah gencar, sementara tahun ini kami masih memberikan teguran kepada pelanggar KTR dalam beberapa bulan, bulan selanjutnya baru akan kami berikan sanksi. Kami akan melakukannya secara bertahap, karena memang butuh adaptasi dari masyarakat,” jelasnya.

Perlu diketahu bahwa ada tujuh kawasan tanpa rokok yang wajib mematuhi Perda Nomor 3 Tahun 2014. Tujuh kawasan tanpa rokok tersebut meliputi fasilitas kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat umum, tempat kerja, tempat bermain anak, tempat ibadah, dan angkutan umum.

Lies mengatakan bahwa keberhasilan KTR untuk memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dari bahaya asap rokok  ini memerlukan komitment dan dukungan penuh, baik dari pemerintah maupun seluruh kalangan masyarakat.

“Tanpa adanya pendekatan dan dukungan masyarakat, pelaksanaan KTR akan sangat sulit meskipun sudah ada penerapan peraturan,” ujarnya. (Rysko/Diskominfo)

Bagikan post melalui :