steril kucing

Petugas Puskeswan Kota Depok sedang mensterilisasi kucing liar di Pasar Agung Kecamatan Sukmajaya, Selasa (06/02/18). (Foto : Istimewa)

depok.go.id – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Depok kembali melakukan sterilisasi kucing. Sterilisasi kucing liar dilakukan hanya untuk jenis jantan saja, karena setelah disterilisasi tidak memerlukan perawatan khusus lagi.

“Dari bulan November 2017 hingga saat ini, kami sudah mensterilisasi 73 ekor kucing liar. Selain disterilisasi, kami juga memberi vaksin antirabies untuk mencegah adanya penyakit rabies pada kucing yang bisa ditularkan ke manusia,” ujar Kepala UPTD Puskeswan Aresa Setiawati, di Balai Kota, Selasa (06/02/18).

Adapun, lanjutnya, yang menjadi sasaran lokasi sterilisasi kucing liar adalah di pasar, perumahan dan tempat umum lainnya. Pihaknya juga mengatakan, tidak ada jadwal khusus untuk melaksanakan sterilisasi. Kegiatan akan dilakukan jika sarana dan prasarana menunjang serta jika ada permintaan khusus dari masyarakat.

“Lokasi yang sudah kami datangi, antara lain Pasar Agung Kecamatan Sukmajaya, Pasar Cisalak Kecamatan Cimanggis, Pasar Sukatani Kecamatan Tapos, Pasar Pucung Kecamatan Cilodong serta beberapa perumahan. Untuk jadwal khusus tidak ada, kami melihat situasi dan kondisi saja. Karena kan kami juga harus melayani pasien di Puskeswan,”jelasnya.

Dirinya menjelaskan, jika ada masyarakat yang terganggu dengan banyaknya populasi kucing liar di wilayahnya, bisa mengajukan surat ke Kepala DKPPP Kota Depok yang nantinya akan diteruskan lagi ke UPTD Puskeswan. Namun, saat ini pihaknya tengah fokus untuk mensterilisasi kucing jantan.

“Kucing jantan setelah disterilisasi bisa dilepas begitu saja, kalau betina harus ada perawatan pascaoperasi selama tiga atau empat hari dan untuk mencari relawan untuk kucing betina ini kita kesulitan. Namun, jika ada yang bersedia merawat, kami bantu juga untuk sterilisasi kucing betina,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :