Pemilik IKM Kerupuk Kulit Pisang, Vipo Andriani, saat menunjukkan produknya di stan Cipayung Expo, Jumat (04/05/18). (Foto : Nita)

Kerupuk kulit biasanya dibuat dari kulit sapi. Namun, Vipo Andriani mampu membuat kerupuk kulit justru dari bahan dasar kulit pisang. Dari penganan yang cukup inovatif tersebut, kini Vipo bisa meraup omzet hingga Rp 5 Juta sebulan.

“Saya membuat penganan kerupuk berbahan dasar kulit pisang kepok. Ide awalnya adalah ketika saya melihat limbah kulit pisang yang terbuang begitu saja. Lalu saya coba olah dan berhasil,” ujar Vipo, pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) asal Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, di sela kegiatan Cipayung Expo, Minggu (06/05/18).

Dirinya menjelaskan, membuat kerupuk pisang membutuhkan proses yang panjang. Kulit pisang harus dicuci dan dikukus terlebih dahulu, kemudian dicampur bersama bahan lainnya seperti susu dan tepung tapioka untuk diblender menjadi satu. Selanjutnya dibekukan, diiris tipis-tipis, dijemur, lalu digoreng sebelum dikemas.

“Sebelum menjadi produk yang sekarang, saya sempat beberapa kali melakukan uji coba dengan membagikan sampel kepada tetangga sekitar dan tanggapan mereka cukup beragam. Alhamdulilah, sekarang pemintaan terhadap produk saya terus meningkat setiap bulannya,” jelasnya.

Vipo menambahkan, kini produknya tidak hanya dipasarkan di Depok saja. Tetapi, juga telah dipasarkan hingga ke Riau dan beberapa wilayah lainnya.

“Mudah-mudahan ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus mendukung pelaku IKM seperti saya lewat berbagai cara. Agar kami semakin berkembang, sehingga dapat memberi kontribusi terhadap perkembangan ekonomi di Kota Depok,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih

 

Bagikan post melalui :