depok.go.id – Setelah gagal memenuhi target pada tahun 2013 dan 2014, untuk tahun 2015 pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) saat ini sudah mencapai target, bahkan melebihi target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Bidang Pendapatan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Depok, Endra.

“Saat ini kami sudah mengumpulkan Rp 149.489.711.122, jauh melampaui target tahunan yakni Rp 145 miliar,” ujar Endra.

Dalam keberhasilan ini, ada beberapa faktor yang mendukung pencapaian tahunan PBB, di antaranya adalah penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), di mana NJOP yang lama disesuaikan nilainya dengan nilai transaksi saat ini. Selain itu, pihak Pemkot melalui DPPKA juga terus gencar melakukan sosialisasi kepada wajib pajak.

“Sejak awal tahun,  kami membuat surat imbaun bagi para wajib pajak yang punya kewajiban beberapa tahun untuk segera melunasi kewajibannya,” jelasnya.

Faktor lain yang mendorong pencapaian target pajak adalah melaksanakan kegiatan loket offline di beberapa kelurahan yang potensial, memberikan doorprize bagi wajib pajak yang membayar pajak sebelum jatuh tempo, serta memberikan penghargaan bagi wajib pajak teladan.

“Hal lainnya adalah dengan membuka loket pelayan di tiap kecamatan, juga bekerja sama dengan beberapa bank dan kantor pos untuk memudahkan pelayanan pembayaran kepada masyarakat,” tambahnya.

Menurut Endra, jika pembayaran dapat dilaksanakan dengan mudah, maka masyarakat akan lebih antusias membayar. Makanya pihak DPPKA memberikan berbagai kemudahan dalam akses untuk pembayaran.

Endra menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil yang memuaskan, karena ini berarti bahwa semua pihak yang terlibat saling memberikan kontribusi nyata untuk pencapaian target, misalnya dari bagian pelayanan, mulai dari di Kantor DPPKA maupun di tingkat kecamatan.

“Diharapkan tahun depan juga bisa seperti ini, bisa mencapai target bahkan alangkah bagus kalau malah melebihi target,” tutupnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :