Rapat Kerja (Raker) P3I Kota Depok, di Balai Kota Depok, Selasa (06/11/2018). (Foto: Diskominfo).

depok.go.id-Keberadaan Perkumpulan Pos PAUD Indonesia (P3I) Kota Depok, yang berada di bawah naungan Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Depok, terus menggenjot program kerjanya di tahun 2018. Termasuk melakukan sinergi program P3I dengan program parenting dan PKK.

“Kami berusaha seluruh program PKK, disinergikan dengan program Pos PAUD. Tak hanya di bidang pendidikan saja, tetapi di bidang kesehatan dengan Posyandu yang ada di setiap wilayah,” ujar Ketua P3I Kota Depok, Seffi Susidarmasanti, usai membuka kegiatan Rapat Kerja (Raker) P3I Kota Depok, di Balai Kota Depok, Selasa (06/11/2018).

Seffi menjelaskan, P3I dibentuk dengan tujuan mencegah berkurangnya keberadaan Pos PAUD di Kota Depok akibat berpindah menjadi PAUD perorangan. Saat ini, kata Seffi, Pos PAUD di dalam PKK masuk ke Pokja II.

“Berdasarkan data TP PKK kini tinggal 78 Pos PAUD yang ada di Depok. Padahal, data awal ada ratusan Pos PAUD, namun sudah ada yang berubah menjadi milik pribadi,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, Pos PAUD di bawah PKK berorientasi menyasar masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Meskipun ada iuran, namun tidak besar jumlahnya.

“P3I akan berjalan bersama TP PKK Depok dalam upaya menciptakan generasi unggul,” ucapnya.

Penulis: Dian Afrianti Kunto
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :