Saat menghadiri Deklarasi Anti Narkoba,  Anti Tawuran, Anti Miras,  Anti Rokok,  Anti Seks Bebas,  Anti Mencontek dan Anti Bullying (A7) oleh 2000 Pelajar Depok di Lapangan Balaikota, Sabtu (07/02/2015) Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan bahwa pelajar Depok mempunyai peran sebagai tumpuan dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota.

Beliau juga mengatakan bahwa dirinya menjadikan para pelajar  sebagai vocal point atau mediator untuk turut menyukseskan pendidikan di Depok. Diharapkan mereka dapat  menyukeskan tekad Depok dalam menuntaskan wajib belajar 12 tahun.

“Pendidikan merupakan salah satu indikator dalam penilaian IPM, jika semua warga Depok memiliki pendidikan yang tinggi itu akan berdampak pada naiknya IPM Depok. Perlu diketahui saat ini Depok sudah melampaui angka 80 dan masuk tiga besar nasional” ungkapnya.

Selain itu, pesan lain kepada para pelajar adalah untuk turut mensosialisasikan program kejar Paket A, B, dan C di Kota Depok. Mereka diharapkan dapat menjangkau serta merayu warga putus sekolah atau yang tidak mampu untuk mengikuti ujian Paket yang akan berlangsung pada April dan Agustus tahun ini.

“Rayu, antarkan, dan daftarkan untuk ikut paket. Jelaskan bahwa Pemkot Depok memberikan biaya gratis untuk ujian ijasah A, B dan C,” ujar Nur. (Rysko/Diskominfo)

Bagikan post melalui :