depok.go.id – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Jusuf Kalla berharap, pendidikan Indonesia mengarah pada peningkatan kompetensi (skill) dan inovasi. Sebab, menurutnya sekolah bukan museum, melainkan sebagai tempat mempersiapkan generasi untuk berkiprah di masa depan.

“Berbicara pendidikan, berbicara kerangka konstitusi. Tidak ada kesejahteraan bangsa tanpa kecerdasan. Negara maju ditopang oleh pendidikan yang unggul,” katanya, saat memberikan arahan di acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di Gedung Pusdiklat Kemendikbud RI, Bojongsari, Kecamatan Sawangan, Rabu (07/02/2018).

Dikatakannya, ada dua arah pendidikan yang dianut oleh negara-negara besar. Yaitu pendidikan berbasis inovasi yang dianut Amerika atau berpusat pada kompetensi, seperti yang diterapkan di Jerman.

“Keduanya memiliki kelebihan tersendiri. Namun, menurut saya, hendaknya dua poin tersebut tidak berdiri sendiri. Pendidikan harus bisa menghasilkan banyak inovasi dan melahirkan bibit pelajar yang unggul, yang dibutuhkan negara,” katanya.

Karenanya, untuk membangun pendidikan yang demikian, kata JK, sapaannya, perlu sinergitas berbagai pihak. Menurutnya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab tenaga pendidik semata, tapi semua unsur masyarakat hingga pemerintah.

“Bisa jadi mendidik hari ini, hasilnya baru akan terlihat 10 tahun kemudian. Tujuan konstitusi, membangun kecerdasan bangsa dan ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Penulis: Pipin Nurullah
Editor: Dunih dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :