DeriC

Kegiatan DeRIC di Depok Festival. (Foto: Istimewa)

depok.go.id – Depok Reptil Amphibi Community (DeRIC) adalah komunitas yang terbentuk atas kepedulian terhadap pelestarian lingkungan Hidup dengan merawat beragam hewan reptil. Perkumpulan tersebut sudah berdiri sejak 2012 di Kota Depok.

“Awalnya saya bertemu dengan teman-teman yang memiliki hobi seputar reptil. Kemudian, kami pun sepakat untuk mendirikan komunitas pecinta hewan tersebut,” kata Humas Komunitas DeRIC, Sansan Tsania kepada depok.go.id, Kamis (06/04/2016).

Menurutnya, pihaknya ingin menghilangkan anggapan hewan reptil menakutkan bagi masyarakat. Apalagi untuk dijadikan hewan peliharaan. Akhirnya, DeRIC pun menghilangkan anggapan tersebut. Hewan seperti ular, biawak, iguana, kadal pun dapat juga dipelihara.

“Karena itu dalam komunitas ini, kami pun memelihara hewan-hewan tersebut. Jadi kami adalah kumpulan para pecinta reptil dan amphibi di Kota Depok,” katanya.

Dikatakan Sansan, pihaknya rutin melakukan gathering internal dengan para anggota komunitas setiap Jumat pukul 19.00 wib. Biasanya, DeRIC pun berkumpul di sekretariat di Gang H. Joko VI, Lenteng Agung, tetapi bisa juga di tempat umum,” terangnya.

“Kami ingin  memberikan edukasi mengenai hewan reptil dan habitatnya. Kemudian, mengedukasi warga bila bertemu ular liar masuk pemukiman. Kami pun menyosialisasika hewan reptil apa saja yang tidak boleh dipelihara dan reptil yang tidak dilindungi alias dapat dipelihara,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk anggota DeRIC berasal dari anak sekolah, mahasiswa hingga warga yang sudah berkeluarga di Kota Depok. Lalu, untuk anggota yang terdaftar ada sekitar 30 hingga 40 orang.

“Kami sering diundang ke sekolah hingga pemukiman warga. Untuk menyosialisasikan hewan reptil terkait jenis, makanan dan habitat asli dari reptil tersebut,” tuturnya.

Sansan pum berharap, pihaknya dapat merangkul warga Depok untuk terus menjaga dan melestarikan hewan reptil. Agar tidak punah dan warga Depok tahu pentingnya hewan reptil dalam kehidupan,” tandasnya.

Penulis: Adila

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :