Kepala Baznas

Kepala Baznas Kota Depok, Encep Hidayat. (Foto: Guntur/Diskominfo)

depok.go.id – Berbagai upaya terus dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok untuk meningkatkan pelayanan serta peningkatan jumlah zakat yang diterima. Salah satunya dengan membentuk 36 Unit Pengelola Zakat (UPZ) di setiap Kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di Kota Depok pada Maret.

“UPZ ini berfungsi untuk mempermudah para Aparatur Sipil Negara (ASN) Depok untuk membayar zakat,” ucap Kepala Baznas Kota Depok, Encep Hidayat kepada depok.go.id, belum lama ini.

Dikatakannya, para anggota UPZ akan melayani setiap anggota ASN yang ingin membayar zakat. Selain zakat, UPZ juga dapat menerima dana lain, seperti infaq dan sodaqoh.

“Karena pada prinspinya, kalau yang sebelumnya itu para ASN diimbau untuk melaksanakan infaq dan sodaqoh. Untuk saat ini, kita akan ubah, jadi diutamakan membayar zakat dulu. Karena zakat ini kan wajib. Jadi yang wajib dahulu baru infaq dan shodaqoh,” terangnya

Encep menuturkan, mekanisme pembayaran zakat akan dilakukan dengan cara melakukan pemotongan gaji secara otomatis setiap bulannya. Namun, Encep menambahkan, tidak semua ASN yang ada di Kota Depok akan dikenai pemotongan gaji tersebut.

“Tidak semua, hanya mereka yang setuju saja,” katanya.

Dirinya mengatakan, pemotongan gaji ASN secara otomatis untuk disalurkan ke pembayaran zakat, akan diberlakukan setelah ASN tersebut mengisi dan menandatangi formulir persetujuan. Dengan mengisi formulir, artinya ASN tersebut dinggap menyetujui pemotongan gajinya setiap bulan.

“Kalau mereka setuju, mereka mendaftar dan mengisi formulir. Setelah mengisi baru kami potong secara otomatis. Kalau mereka tidak setuju, maka tidak akan ada pemotongan,” tuturnya.

Mengenai besaran biaya potongan, sambungnya, gaji para ASN yang sudah menyetujui akan dipotong sebesar 2,5 persen dari gaji secara keseluruhan. Jumlah tersebut mengacu pada ketetapan batas zakat yang diatur baik dari agama maupun secara nasional.

“Dalam Al-Quran pun sudah mengatur sebesar 2,5 persen dari gaji seluruhnya,” katanya.

Encep berharap, agar semakin banyak ASN yang bersedia untuk mengisi formulir persetujuan agar dapat melakukan pemotongan gaji untuk dialokasikan ke pembayaran zakat. Sehingga, visi Kota Depok yang unggul, nyaman dan religius dapat terwujud.

“Semoga semakin banyak ASN yang berzakat di lembaga zakat yang resmi baik dari agama maupun negara,” pungkasnya.

Penulis: Guntur Widyanto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :