depok.go.id-Meski teknologi informasi berkembang pesat, penggunaan frekuensi radio masih dibutuhkan masyarakat. Namun begitu, perlu diatur penggunaanya agar tidak melanggar hukum, sehingga berdampak positif bagi masyarakat dan kemajuan Kota Depok.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Depok, Herman Hidayat mengatakan, frekuensi radio merupakan sumber daya alam terbatas yang strategis, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Hal ini tentu berimplikasi pada keharusan dalam pengelolaannya secara efektif dan efisien.

“Penggunaan frekuensi radio ini sedikit banyak telah memberi sumbangsih bagi kemajuan Kota Depok saat ini dan di masa yang akan datang,” jelas Herman, usai membuka Sosialisasi Penggunaan Frekuensi di Hotel Santika, Margonda, Senin (07/05/2018).

Dirinya menambahkan, penggunaan spektrum frekuensi radio pun harus sesuai dengan peruntukkannya serta tidak saling mengganggu. Sebab, sifat frekuensi radio bisa merambat ke segala arah tanpa mengenal batas wilayah negara.

“Frekuensi radio juga perlu dilakukan penataan dan membuat konsep penyiaran disesuaikan dengan perkembangan teknologi digital. Penggunaan frekuensi radio harus sesuai dengan izin stasiun radio yang diberikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Persandian Diskominfo Kota Depok, Muhammad Farid menjelaskan, informasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai aturan penggunaan frekuensi radio dan tata cara perizinannya memang perlu dilaksanakan demi terwujudnya penggunaan spektrum frekuensi radio yang tertib, bebas dari gangguan, dan sesuai dengan peruntukkan.

“Kelayakan perangkat mereka juga harus dicek agar penggunaan frekuensi ini selain legal, juga dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Nurul Hasanah
Editor: Dunih dan Rita Nurlita
Diskominfo

Bagikan post melalui :