bela negara_2depok.go.id – Upaya menambah nilai-nilai kepahlawanan khususnya di bidang pendidikan, pagi tadi sebanyak 332 kepala sekolah dibekali akan ilmu bela negara yang selanjutnya akan diteruskan ke guru dan siswa, agar menghasilkan SDM yang unggul dan dapat menjaga NKRI. Kegiatan bertajuk Ceramah Proxy War dan Bela Negara ini dilaksanakan di Gedung Dibaleka lantai 10, Balai Kota Depok, Senin (7/12/2015).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila, berharap melalui kegiatan ini kepala sekolah dapat menyampaikan ke guru untuk diteruskan kepada siswa karena siswa yang akan menjadi generasi penerus bangsa yang bertugas menjaga keutuhan NKRI.

Peran kepala sekolah dan guru adalah menjaga NKRI melalui pembekalan ke siswa, walaupun sudah ada beberapa siswa yang sudah mendapat bekal bela negara, namun tetap itu tugas pihak sekolah. Dalam dunia pendidikan, diibaratkan yang  menjadi tentara dan polisi adalah guru, yang tugasnya memantau siswa selama bersekolah. Jangan sampai memproduksi SDM yang dapat sebagai pemecah belah bangsa.

“Tugas kepala guru tidak hanya mencerdaskan siswa, tetapi juga memberi pemahaman kepada siswa untuk mempertahankan NKRI,” ujar Herry.

Ketua panitia kegiatan, Umar, mengatakan bahwa yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah kurangnya nilai-nilai kepahlawanan saat ini khususnya di dunia pendidikan, di kalangan pelajar, serta masyarakat. Acara ini menanamkan nilai kepahlawanan untuk guru, siswa, dan masyarakat.

“Disdik Kota Depok melihat menurunnya nilai patriotisme, khususnya di kalangan sekolah, maka seluruh kepala sekolah diundang melalui kegiatan ini,” ujar Umar.

Dalam kegiatan tersebut, 332 kepala sekolah yang diundang terdiri dari 278 kepala SD, 26 kepala SMP, 13 kepala SMA, dan 4 kepala SMK negeri se-Kota Depok. Diharapkan selepas acara ini kepala sekolah sudah bisa memahami tugas negara menjaga NKRI, dan langsung menyampaikan ke siswa. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :