dandim

Dandim 0508 Letkol Inf. Santosa

depok.go.id – Upaya bela negara dapat terwujud jika seseorang mau melakukannya bukan dari paksaan, melainkan kemauan diri sendiri. Bela negara tidak melulu diartikan sebagai latihan kemiliteran atau angkat senjata untuk mempertahankan negara tercinta, namun juga dapat diartikan sebagai upaya untuk berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan.

“Menanamkan cinta tanah air kepada diri sendiri dan dibarengi dengan implementasi di lapangan jauh lebih baik ketimbang hanya banyak bicara namun tidak ada hasil nyata,” ujar Dandim 0508 Letkol Inf. Santosa, usai menjadi narasumber dalam acara bela negara di aula lantai 10, Balai Kota Depok, Senin (07/12/15).

Dia menambahkan, contoh upaya bela negara yang bisa dimulai dan dilakukan di sekolah adalah membudayakan GDN (Gerakan Disiplin Nasional) meliputi budaya tertib, budaya bersih, dan budaya kerja atau belajar. Sementara bela negara untuk lingkungan dan keluarga yaitu dapat mengembangkan sikap tenggang rasa dan tolong menolong antar sesama.

“Kami selaku aparat penegak hukum tidak ada henti-hentinya mengajak semua masyarakat khususnya tenaga pendidik untuk terus mengawasi situasi Kota Depok agar terus kondusif di tengah krisis kepercayaan yang menyerang ideologi politik sosial dan budaya,” tambah Santosa.

Selain itu, dalam upaya menjaga kesadaran bela negara, dibuatlah sebuah momen untuk memperingatinya. Hari yang sudah ditetapkan sebagai Hari Bela Negara dipilih tanggal 19 Desember. Penetapan ini dimulai tahun 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dituangkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 28 Tahun 2006. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :