depok.go.id – Upaya menyukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Depok agar berlangsung aman dan kondusif, Polisi Resort Kota (Polresta) Depok bersama Komando Distrik (Kodim) Kota Depok dan elemen terkait membentuk pasukan pengamanan.

Kepala Polresta Kota Depok, Kombespol Dwiyono, berpesan kepada seluruh pasukan untuk mematuhi arahan yang diberikan. Hal tersebut dilakukan agar Pilkada di Kota Depok dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

“Kami sudah mengerahkan pasukan pengamanan untuk bertugas di setiap kecamatan di Kota Depok, seluruhnya harus melakukan tugas sesuai dengan mandat yang diberikan,” tuturnya saat memberikan amanat pada apel kesiapan pengamanan pemungutan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Depok 2015 dan pergeseran pasukan operasi mantap praja Polisi Resort Kota (Polresta) Depok 2015, Senin (07/12/2015) pagi.

Pada arahan yang disampaikan di lapangan Balai Kota Depok tersebut, Kapolres Depok menyampaikan beberapa pesan. Adapun amanat yang disampaikan yaitu hari ini sudah dibagikan buku saku pengamanan sebagai panduan dalam melaksanakan tugas di tempat pemungutan suara (TPS), seluruh panduan harus ditaati dan dilaksanakan. Selanjutnya, untuk ketua PPS dan KPPS harus saling berkoordinasi dan menjaga komunikasi agar memudahkan dalam bertugas.

Pesan berikutnya, seluruh personel pengamanan pada H-1 Pilkada sebelum insert ke setiap TPS harus melakukan apel di Polsek dan dipimpin oleh Kapolsek di wilayah masing-masing. Setelah apel, melaksanakan pengecekan dan kemudian mulai mengenali serta menguasai daerah penugasan.

Kemudian, seluruh pasukan pengamanan pada 9 Desember sudah berada di lokasi tepat pukul 6 dan melakukan koordinasi dengan panitia TPS. Personel keamanan tidak dianjurkan meninggalkan TPS dan dilarang masuk ke tempat pemungutan suara. Terakhir, seluruh pasukan pengaman diimbau untuk menjaga kesehatan agar dapat melaksanakan tugas dengan tulus dan diniati dengan ikhlas.

“Ingatkan kembali agar menjunjung tinggi dan pertahankan netralitas, ikuti aturan yang berlaku serta tidak melanggar hak asasi yang ada,” tutup Dwiyono seraya berpesan. (Indri/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :