depok.go.id – Kepala Seksi Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Jaka Susanta mengatakan bahwa Kartu Identitas Anak atau disingkat KIA merupakan sebuah sarana yang disediakan oleh Pemkot Depok sebagai identitas dan juga fasilitas bagi anak-anak di Kota Belimbing ini.

Menurutnya, selama ini untuk anak yang sudah sekolah identitasnya berupa kartu pelajar, namun bagi anak yang belum sekolah identitasnya hanyalah berupa akte yang riskan untuk dibawa-bawa. KIA ini konsepnya sama, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang memberikan identitas serta tercatat dalam kependudukan Kota Depok.

“KIA sebagai upaya untuk mendata penduduk sejak lahir sampai nanti waktunya anak-anak ini berkewajiban memiliki e-KTP,” ujarnya.

KIA merupakan perwujudan kesungguhan Depok dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya bagi anak. Melalui KIA selain sebagai pengenal juga dapat menjadikan anak dapat mengakses pelayanan publik secara mandiri, karena  anak-anak nantinya bisa mendapatkan fasilitas potongan harga pada sektor pendidikan, kesehatan, olahraga, atau pariwisata menggunakan kartu ini.

“Kita bekerja sama dengan pihak swasta seperti toko buku, rekreasi, dan perbankan,” ujar Jaka.

Dalam penerapannya nanti, KIA dibedakan menjadi dua, yaitu untuk umur anak antara 0-5 tahun dan untuk umur anak 5-17 tahun. Perbedaannya adalah untuk KIA 0-5 tahun tanpa menggunakan foto, sedangkan KIA usia 5-17 tahun kurang satu hari menggunakan foto. Persyaratan untuk 5-17 tahun adalah harus memiliki akta kelahiran, menyerahkan KTP orang tua, Kartu Keluarga (KK) dan melampirkan foto ukuran 2×3.

“Setelah 17 tahun KIA diganti dan diterbitkan e-KTP. Sementara untuk usia 0-5 tahun, KIA akan segera dibuatkan oleh kami saat orang tuanya membuat akta,” jelas Jaka. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :