barang hasil limbah

Warga RW 08, Kelurahan Cilodong saat menunjukkan produk-produk yang terbuat dari barang bekas. (Foto: Jose/Diskominfo)

depok.go.id – Sampah plastik merupakan limbah yang sulit diurai meski telah berusia ratusan tahun. Sadar akan efeknya yang mengancam kelestarian lingkungan, warga RW 08 Kelurahan Cilodong, dengan kreatif mengubah sampah plastik tersebut menjadi produk-produk yang menarik dan bernilai jual.

Hera Premitasari (35), salah seorang warga RW 08, Kelurahan Cilodong menuturkan, dirinya bersama tiga temannya memanfaatkan barang-barang bekas seperti bungkusan kopi, tutup botol minuman, dan plastik-plastik bekas yang tak terpakai untuk dibuat menjadi produk-produk yang unik. Mulai dari tas,  tempat tisu, bros, bunga, dan tikar.

“Jadi, bungkusan-bungkusan kopi yang sudah tidak terpakai kita kumpulkan, kemudian dilipat-lipat dan dirangkai menjadi tas, tempat tisu, maupun tikar. Kalau yang bunga, plastiknya disetrika kemudian dibentuk macam-macam bunga,” tuturnya, Kamis (07/12/17).

Ibu dua anak tersebut menambahkan, pemasaran produk hasil kreativitas warga masih di sekitar wilayah Cilodong. Namun, ke depan tidak menutup kemungkinan pemasarannya akan terus diperluas. Sedangkan harga yang dipatok untuk satu barang, tergantung dari tingkat kesulitan pembuatannya.

“Tempat tisu Rp 10.000-15.000, bros Rp 5.000, bunga Rp 40.000, tas Rp 35.000. Kalau jumlah omzet yang kita peroleh belum pasti tergantung permintaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk meningkatkan keterampilan dirinya juga sering mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Perangkat Daerah (PD) terkait. Salah satunya dengan mengikuti pelatihan yang diadakan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok.

“Kita sering diikutsertakan pada berbagai pelatihan. Ada pelatihan teknopreneur dan pelatihan kemasan. Kalau bagi yang ingin pesan bisa melalui Whatsapp di nomor 081290081564,” tandasnya berpromosi.

Penulis: Jose/Diskominfo

Editor: Dunih  dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :