Hesty BNN edit

Kepala BNN Kota Depok, AKBP Hesti Cahyasari  (Foto: Fajar/ Diskominfo)

Depok.go.id – Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Depok mengajak warga Depok, untuk ikut mengawasi peredaran narkoba jenis baru yang bernama tembakau gorila, khususnya di kalangan remaja maupun pelajar. Harganya yang relatif lebih murah, jika dibandingkan dengan narkoba lain seperti ganja dan shabu membuat pelajar rentan jadi sasaran.

“Sasaran tembakau adalah anak-anak, baik perokok pemula, apalagi bagi yang telah menjadi perokok aktif. Karena harganya yang murah, hanya sekitar Rp 50 ribu/paket, tidak seperti ganja atau shabu yang bisa berharga jutaan. Maka dari itu, kerjasama antar elemen masyarakat, baik Pemkot maupun masyarakat, dengan BNN Depok menjadi sangat penting, karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa,” jelas Kepala BNN Kota Depok, AKBP Hesti Cahyasari kepada Depok.go.id, Rabu, (08/02/2017).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, tembakau gorila ini bahkan telah dijual secara bebas melalu media online. Sehingga warga Depok, khususnya para orangtua dihimbau selalu mengawasi aktivitas penggunaan gadget anak-anak mereka.

“Penjualan tembakau gorila sangat bebas di media online. Sehingga orangtua diharapkan tidak boleh gaptek, demi masa depan anaknya,” ucapnya.

Dirinya pun menghimbau agar masyarakat setiap kecamatan berinisiatif mencegah peredaran narkoba di wilayah masing-masing. Hal yang juga penting adalah masyarakat juga perlu mengikutsertakan peran para pemuda, dalam setiap kegiatan pencegahan peredaran narkoba, dengan memberikan pembinaan kepada para pemuda, agar jangan sekali-kali mencoba benda haram tersebut.

“Masyarakat di setiap kecamatan bisa berinisiatif membuat spanduk bertuliskan ancaman bagi para pengguna maupun mengedar narkoba. Dengan barang-barang bekas pun juga bisa. Paling penting, jangan lupa menggaet para pemuda di wilayah tersebut, agar mereka sangat merasa segan untuk mencoba narkoba, termasuk gorila itu,” tegas AKBP Hesti Cahyasari.

Dilansir dari berbagai sumber, tembakau gorilla adalah tembakau dengan campuran bahan kimia sintetis sehingga memiliki efek halusinogen ‘seperti ditindih gorilla’ bagi penggunanya. Meski harganya murah, karena terdapat campuran bahan kimia berbahaya, efek negatif yang ditimbulkan lebih merusak dibandingkan ganja dan shabu. Di Kota Depok setidaknya sudah muncul 1 kasus sejak awal Februari 2017.

Penulis: Fajar Nur Cahyo

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

 

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :