pak wali

Penertiban spanduk dan reklame liar tak berizin. (Foto : Rysko/Diskominfo)

depok.go.id –Penertiban spanduk dan reklame liar tak berizin yang terpasang di sejumlah titik jalan, terus diintensifkan Satpol PP Kota Depok. Penertiban dilakukan karena pemasangan spanduk melanggar Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 16 tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum. Selain itu, keberadaan spanduk liar juga merusak keindahan kota.

“Keberadaan spanduk ini juga dirasa membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas, untuk itu kami terus berupaya menertibkannya,” ujar Kasatpol PP Kota Depok, Dudi Mi’raz, Rabu (08/02/2017).

Dudi mengatakan, setiap harinya tim Satgas Pol PP terus menyebar di wilayah timur dan barat untuk melakukan pengawasan dan juga penertiban spanduk, serta reklame liar. Untuk melakukan tugas itu, total ada delapan mobil operasional yang setiap hari bertugas menyebar ke lapangan.

“Kami juga koordinasi dengan satgas di tiap kecamatan. Selain spanduk dan reklame, mereka juga mengawasi keberadaan bangli (bangunan liar) atau pembangunan yang belum memiliki izin,” tegasnya.

Dudi menyebutkan, biasanya pemasangan dilakukan dini hari sehingga terhindar dari pengawasan petugas. Bukan cuma Margonda, beberapa lokasi favorit pemasangan reklame bermasalah itu, kata Dudi, juga terdapat di Jalan Raya Bogor dan Sawangan.‎

“Per hari itu bisa ada ratusan yang kita tertibkan, walaupun sekarang jumlahnya menurun. Tapi, tetap saja tingkat kesadaran mereka masih kurang,” tambahnya.

Dirinya mengatakan, pihaknya juga mengundang para pemasang spanduk dan reklame tersebut dan diberikan pengertian untuk tidak sembarangan dalam melakukan pemasangan. Dengan begitu, diharapkan mereka bisa lebih memiliki kesadaran untuk tidak mengulanginya.

“Jangan sampai setiap hari kita nurunin, tapi tidak ada penjelasan dan edukasi. Makanya saya undang mereka untuk meningkatkan kesadaran,” tegasnya.

Penulis: Rysko

Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :