Cek Urine

CEK URINE : BNN Kota Depok melakukan pengecekan urine di Gedung Perpustakaan Umum Balai Kota Depok, Senin (30/11/2015). (Foto: Istimewa)

depok.go.id – Pemerintah Kota bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok gencar melakukan upaya memerangi peredaran narkoba di Kota Depok. Hal tersebut agar Depok bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Kepala BNN Kota Depok, Hesti Cahyasari, mengatakan, untuk para pengguna narkoba lebih baik melaporkan diri dibandingkan ditangkap oleh pihak yang berwajib. Sebab, bila melaporkan diri, tidak akan dikenai proses hukum, mereka hanya akan direhabilitasi agar tidak ketergantungan nakoba lagi.

“Namun, kalau mereka tertangkap baik oleh kepolisian maupun BNN, maka akan diproses secara hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tuturnya kepada depok.go.id, belum lama ini.

Menurutnya, peran aktif lingkungan juga diperlukan dalam mencegah peredaran narkoba. Untuk itu, Hesti mengajak agar seluruh warga Depok dapat segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan tempat tinggal.

“Laporkan segera ke BNN kalo ada penyalahgunaan narkoba. Dengan melaporkan diri, akan kami berikan pendampingan dan perawatan tanpa diposes secara hukum sampai penyalah guna tersebut benar-benar sembuh,” katanya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh BNN Kota Depok sejak Januari hingga 5 April 2017. Sebanyak 7 dari 11 orang pengguna narkoba yang dirujuk oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok untuk melakukan rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur telah dinyatakan sembuh dan terbebas dari ketergantungan penggunaan narkoba.

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Depok, Engkos Kosidin pun menuturkan, seluruh pengguna narkoba yang direhabilitasi tersebut merupakan orang yang melapor atas kesadaran sendiri. Sebelum dirujuk, mereka akan diasesmen terlebih dahulu oleh BNN Kota Depok di Klinik Pratama.

“Dalam tahap asesmen, para pengguna narkoba ini akan dilakukan pemeriksaan medis, dilihat riwayat penyalahgunaannya, pemeriksaan psikologis serta tes urin dan uji laboratorium,” tuturnya.

Dikatakannya, hasil dari pemeriksaan tersebut dijadikan acuan untuk menentukan waktu yang diperlukan oleh pengguna narkoba saat direhabilitasi. Bila diindikasikan mengalami ketergantungan narkoba yang cukup berat, maka proses rehabilitasi yang harus dijalankan lebih lama.

“Ada tahapan rehabilitasinya. Mulai dari rawat jalan selama tiga bulan, kalau memang dianggap mengalami ketergantungan yang cukup berat bisa mencapai enam bulan hingga satu tahun,” pungkasnya.

Penulis: Guntur Widyanto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :