kue autisme

TUNJUKKAN: Pemilik UMKM Kuenya Irvan, Heni Susilawati saat menunjukkan produk kue kering yang aman bagi penyandang autisme dan penderita alergi kasein atau gluten. (Foto: Afifah/Diskominfo)

depok.go.id- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kuenya Irvan menjadi satu-satunya usaha di Kota Depok yang memproduksi kue kering tanpa menggunakan tepung terigu. UMKM kue kering tersebut merupakan binaan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Depok.

Inisiatif membuat kue tersebut berawal dari kepedulian pemilik UMKM Kuenya Irvan, Heni Susilawati, terhadap penyandang autisme dan penderita alergi kasein atau gluten.

“Anak saya penyandang autisme, dan mengalami kesulitan ketika makan kue. Semua kue itu dibuat dari tepung terigu dan mengandung susu. Karena itu, saya membuat kue alternatif tanpa menggunakan tepung terigu,” ujarnya kepada depok.go.id saat berjualan di kegiatan Pasar Tani Pemerintah Kota Depok, Jumat (07/04/2017).

Warga Kecamatan Cipayung ini mengatakan, bagi penyandang autisme, mengkonsumsi gluten merupakan hal yang harus dihindari. Gluten merupakan campuran bentuk yang tidak beraturan dari protein yang secara alami ada di dalam hampir semua serealia atau biji-bijian.

“Saya membantu orang tua lain yang juga memiliki anak autisme agar tidak kesulitan jika anak menginginkan kue kering juga penderita alergi gluten,” katanya.

Heni mengaku, mendapat banyak bantuan dari pemerintah. Selain kemudahan dalam mendaftarkan UMKM, berbagai pelatihan seperti pelatihan kemasan, keamanan pangan, dan pemasaran produk secara online sudah diikutinya.

“Produk kue saya juga sudah difasilitasi untuk sertifikasi halal dan saya berterima kasih untuk semua bantuan dari Pemerintah Kota,” tuturnya.

Heni berharap, agar semakin banyak pelaku usaha di Depok yang bisa tergabung untuk dibina oleh Pemerintah Kota. Selain itu diharapkan semakin banyak pelaku usaha makanan yang memproduksi produk yang ramah dengan penderita alergi bahan-bahan tertentu.

“Ke depannya kami berharap pemerintah terus membina pelaku UMKm agar semakin berkembang,” tutupnya.

Penulis: Nur Afifah Putri

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :